Foto ilustrasi

DPRD Soroti Dugaan Pelecehan Verbal Guru SD Kota Jambi, Disdik Diminta Usut Tuntas

Posted on 2026-08-06 21:08:15 dibaca 125 kali

JAMBI – Dugaan pelecehan verbal dan intimidasi yang dialami seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Jambi kini menjadi sorotan publik. Desakan agar kasus tersebut diusut secara terbuka menguat setelah Anggota DPRD Kota Jambi, Fahrul Ilmi, turun langsung menemui korban dan keluarganya.

Fahrul menilai persoalan yang menyeret dunia pendidikan itu tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, setiap dugaan tekanan maupun pelecehan terhadap tenaga pendidik harus direspons cepat agar tidak menimbulkan dampak psikologis yang lebih luas.

BACA JUGA:Ayah Kandung di Batang Hari Diduga Cabuli Dua Anak Bertahun-tahun, Ditangkap Saat Bersembunyi di Kawasan Hutan

Kamis (6/8/2026), Fahrul mendatangi kediaman guru yang diduga menjadi korban setelah menerima laporan dari suami korban. Pertemuan itu dilakukan untuk mendengar langsung kronologi peristiwa sekaligus memastikan kondisi korban yang disebut masih mengalami trauma.

"Bukan hanya menerima laporan, saya ingin mendengar langsung apa yang dialami korban dan keluarganya agar persoalan ini benar-benar mendapatkan perhatian," ujar Fahrul.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami pelecehan verbal disertai tekanan di lingkungan kerjanya. Dampaknya, kondisi psikologis korban dikabarkan terganggu hingga membutuhkan pemulihan.

Politisi tersebut meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi tidak menunda penanganan perkara. Ia mendesak Kepala Dinas Pendidikan segera memanggil kepala sekolah tempat korban mengajar serta mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak yang berkaitan.

"Institusi pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman bagi guru maupun peserta didik. Karena itu, seluruh pihak harus didengar keterangannya agar fakta terungkap secara objektif dan korban memperoleh perlindungan," tegasnya.

Disdik Bergerak, Pemulihan Korban Jadi Prioritas

Merespons laporan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiyono, memastikan pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan penelusuran.

Tim yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan, Pengawas Pembina SDN 64 Kota Jambi, serta Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) telah mendatangi sekolah tempat korban bertugas sekaligus mengunjungi kediaman korban guna menghimpun informasi dari berbagai pihak.

Pada hari yang sama, Disdik juga melakukan koordinasi dengan Komisi IV DPRD Kota Jambi untuk membahas langkah penanganan kasus tersebut.

Sugiyono mengatakan, fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi psikologis korban pulih sebelum meminta keterangan secara langsung.

"Prioritas kami saat ini adalah pemulihan kondisi psikologis Ibu Guru. Karena yang bersangkutan masih dalam kondisi sakit, kami belum dapat meminta keterangan secara langsung. Namun tim terus mengumpulkan informasi dari berbagai pihak agar penanganan kasus dilakukan secara objektif," ujarnya.

BACA JUGA:Penjaga SLBN Muaro Jambi Ditangkap, Diduga Cabuli Siswi Berkebutuhan Khusus

Ia menambahkan, Disdik belum mengambil kesimpulan karena proses pendalaman masih berlangsung. Seluruh informasi akan diverifikasi sebelum menentukan langkah berikutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kepala sekolah yang disebut dalam laporan belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pelecehan verbal tersebut. Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Jambi menegaskan proses klarifikasi masih berjalan untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara berimbang.

Versi ini dibuat dengan lead yang lebih kuat, paragraf lebih dinamis, dan penekanan pada urgensi penanganan kasus tanpa menghilangkan asas praduga tak bersalah maupun keberimbangan. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx