Pengunjung melihat koleksi mata uang kuno yang sedang dipamerkan
JAMBI - Mata uang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah, kebudayaan, dan identitas suatu bangsa. Beragam desain, motif, tokoh, hingga simbol yang terdapat pada mata uang menjadi rekaman perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat dari masa ke masa.
Nilai sejarah dan budaya tersebut diangkat dalam Pameran Mata Uang dari Masa ke Masa yang digelar di Museum Perjuangan Rakyat Jambi (MPRJ). Pameran mengusung tema “Belajar dari Masa Lalu, Membangun Masa Depan” dan berlangsung selama 12–19 Agustus 2026.
Pameran dibuka secara resmi pada Rabu (12/8/2026) di halaman MPRJ yang dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkup Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi dan terbuka untuk masyarakat umum secara gratis. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya museum dalam menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih dekat dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Terbukti ratusan pelajar berkunjung ke MPRJ untuk melihat koleksi yang sedang dipamerkan.
Ketua Panitia Pelaksana Pameran, Haristo Arguna, mengatakan pameran mata uang dari berbagai periode tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perjalanan alat pembayaran sekaligus perkembangan kehidupan sosial dan budaya yang menyertainya.
BACA JUGA:Harga Kelapa Terjun Bebas, Petani Tanjabtim Kesulitan Tutupi Biaya Panen
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Ida Royani, mengatakan perjalanan mata uang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan kehidupan masyarakat. Menurutnya, uang yang saat ini digunakan sebagai alat pembayaran memiliki sejarah panjang yang berawal dari kebutuhan manusia untuk memenuhi berbagai keperluan melalui pertukaran barang. “Uang sebagai alat pembayaran yang sah dan bergerak pada ekonomi yang kita gunakan ternyata telah memiliki sejarah yang panjang dalam perkembangannya. Dari saling ketergantungan kemudian muncul ide tukar-menukar barang yang dikenal dengan istilah barter,” ujarnya.
Ia menjelaskan, museum memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat mengumpulkan, merawat, meneliti, melestarikan, dan memamerkan benda bersejarah, tetapi juga sebagai jembatan budaya yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Menurut Ida, museum sebagai pusat informasi sejarah dan budaya dituntut terus meningkatkan kreativitas dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Penyampaian informasi tidak hanya dilakukan melalui pameran, tetapi juga melalui berbagai kegiatan seperti lomba, seminar, kajian, sosialisasi, dan program belajar bersama.
Melalui pameran temporer tersebut, Museum Perjuangan Rakyat Jambi berharap generasi muda semakin memahami sejarah dan kebudayaan yang tercermin dalam perjalanan mata uang Indonesia. Pameran juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian serta rasa cinta terhadap warisan sejarah dan budaya bangsa.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk belajar dari perjalanan masa lalu sebagai bekal dalam menata masa depan serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. (*)