Pemadaman karhutla di lahan gambut Londerang, Kabupaten Tanjabtim
JAMBI – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjungjabung Timur, terus dilakukan. Satgas Karhutla Provinsi Jambi mengerahkan tiga tim darat ke sejumlah titik yang masih terpantau memiliki aktivitas api.
Pemadaman dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), petugas pemadam kebakaran, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, hingga masyarakat sekitar.
Petugas Manggala Agni, Jimmi Setiawan, mengatakan tim dibagi ke beberapa lokasi guna mempercepat pengendalian api dan mencegah kebakaran meluas di kawasan gambut.
BACA JUGA:Warsi Temukan 30 Perkebunan Sawit dan 14 PBPH Bersinggungan dengan Area Karhutla Jambi
Titik pertama berada di perbatasan Desa Sungai Tawar dan Lagan Ilir, Kecamatan Mendahara. Di lokasi ini, satu tim Manggala Agni Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang bersama masyarakat melakukan pemadaman serta pendinginan di area yang masih berasap.
Sementara itu, titik kedua berada di kawasan HLG Londerang-Parit Culum I. Operasi pemadaman di lokasi ini melibatkan personel Manggala Agni Jambi yang bekerja bersama Regu Pemadam Kebakaran PT Wirakarya Sakti (WKS).
Adapun titik ketiga berada di wilayah Rantau Rasau, Kecamatan Berbak. Kekuatan personel di lokasi ini lebih besar dengan melibatkan Manggala Agni Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Manggala Agni Jambi, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Taman Nasional Berbak Sembilang (Brigdalkarhut TNBS), BPBD, petugas damkar, RPK PT Madina Agro Lestari (MYJ), serta warga setempat.
Satgas Karhutla Jambi saat ini tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan pendinginan untuk memastikan bara api di dalam lapisan gambut tidak kembali memicu kebakaran.
BACA JUGA:Karhutla Kembali Membara di HLG Londerang, 142 Personel dan Helikopter Dikerahkan
Kondisi lahan gambut yang kering masih menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla. Selain mudah terbakar, api pada lahan gambut dapat merambat di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan waktu dan personel lebih banyak untuk memastikan area benar-benar aman.
Satgas juga terus memantau perkembangan cuaca karena suhu panas dan minimnya curah hujan berpotensi memicu munculnya titik api baru di kawasan rawan karhutla di Provinsi Jambi. (*)