Foto ilustrasi
JAMBI – Kondisi kualitas udara di Kota Jambi kembali menjadi perhatian setelah kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan pada Rabu (30/9/2026). Langit yang tampak berkabut dengan warna kekuningan membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan mulai terganggu.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara melalui ISPU.net pada pukul 11.00 WIB, kawasan Paal Lima mencatat nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebesar 267. Angka tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat, dengan parameter pencemar utama berasal dari partikulat halus PM2.5.
BACA JUGA:Karhutla Jambi Tembus 33.180 Hektare, Kebakaran Gambut TNBS Jadi Perhatian
Selain PM2.5, sejumlah parameter pencemar lain juga terpantau berada pada tingkat tertentu, yakni PM10 sebesar 137, sulfur dioksida (SO₂) 45, karbon monoksida (CO) 41, ozon (O₃) 15, serta nitrogen dioksida (NO₂) 13.
Kondisi udara tersebut terlihat dari suasana Kota Jambi yang diselimuti kabut asap sejak pagi. Sejumlah ruas jalan tampak mengalami penurunan jarak pandang, sementara warga mulai meningkatkan kewaspadaan terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Salah seorang warga Kota Jambi, Saleh, mengaku mulai merasakan perubahan kondisi udara. Menurutnya, kabut asap yang muncul membuat masyarakat khawatir, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan.
“Langit terlihat berbeda dari biasanya, asap juga mulai terasa. Kami berharap kondisi ini segera membaik, terutama untuk anak-anak yang banyak beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah dapat terus memberikan informasi terbaru terkait perkembangan kualitas udara. Menurut mereka, informasi yang mudah diakses penting agar masyarakat dapat menentukan langkah pencegahan.
Dengan kondisi ISPU yang berada pada kategori sangat tidak sehat, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di area terbuka.
Kelompok masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara, seperti penderita penyakit pernapasan, diminta lebih berhati-hati dan segera mendapatkan layanan kesehatan apabila mengalami keluhan.
BACA JUGA:Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Dua Pesawat Jakarta–Jambi Alami Delay
Memburuknya kualitas udara Kota Jambi ini terjadi di tengah periode panjang kabut asap yang sebelumnya juga berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan dan transportasi.
Pemerintah dan masyarakat kini terus memantau perkembangan kondisi udara, mengingat perubahan kualitas udara akibat asap dapat terjadi dengan cepat bergantung pada arah angin, sumber asap, dan kondisi cuaca. (*)