Wali Kota Jambi Maulana bersama anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto (tengah) saat meninjau pembangunan kolam retensi Telago Kajang Lako Kota Jambi
JAMBI-Upaya mengurangi banjir yang terus menghantui Kota Jambi memasuki babak baru. Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menegaskan pemerintah pusat siap mengawal pembangunan dua kolam retensi tambahan. Namun, realisasi proyek tersebut bergantung pada kecepatan Pemerintah Kota Jambi melengkapi seluruh persyaratan teknis.
Pernyataan itu disampaikan Edi usai meninjau progres pembangunan Kolam Retensi Telago Kajang Lako di Kecamatan Kota Baru, Senin. Menurutnya, dukungan di tingkat pusat akan diberikan setelah seluruh dokumen pendukung dinyatakan lengkap.
"Kalau seluruh persyaratan sudah dipenuhi, pembangunan kolam retensi berikutnya akan kita perjuangkan," kata Edi.
BACA JUGA:Didesak Gunakan Hak Angket, DPRD Kota Jambi Dinilai Setengah Hati Sikapi Polemik Sampah
Ia menekankan, Pemerintah Kota Jambi harus segera menuntaskan dokumen Readiness Criteria, Detail Engineering Design (DED), hingga studi kelayakan (feasibility study). Ketiga dokumen tersebut menjadi syarat utama sebelum usulan proyek dapat diproses pemerintah pusat.
Edi berharap pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak berhenti pada satu proyek saja. Penambahan kolam retensi dinilai penting untuk memperkuat sistem pengendalian banjir yang selama ini menjadi persoalan berulang di Kota Jambi.
Selain berfungsi sebagai penampung limpasan air, kolam retensi juga diproyeksikan memiliki nilai tambah sebagai ruang publik dan destinasi wisata. Ia optimistis, jika pembangunan berjalan sesuai rencana, kondisi banjir di Kota Jambi dapat ditekan secara signifikan dalam lima tahun mendatang.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana meminta dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera VI bersama Komisi V DPR RI agar dua lokasi baru segera masuk tahap pembangunan.
Lokasi pertama direncanakan berada di kawasan Perumahan Kembar Lestari, Kecamatan Alam Barajo. Pemerintah Kota Jambi mengaku telah menyiapkan lahan seluas sekitar dua hektare untuk mendukung proyek tersebut.
Adapun lokasi kedua berada di Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, tepat di kawasan pusat bisnis kota. Untuk titik ini, pemerintah daerah telah memiliki cadangan lahan sekitar 6.800 meter persegi.
Maulana berharap kajian terhadap kedua lokasi dapat segera diselesaikan sehingga kapasitas pengendalian debit air di kawasan padat penduduk semakin meningkat dan risiko banjir dapat dikurangi.
BACA JUGA:Polemik Kebijakan Sampah, Warga Desak DPRD Kota Jambi Gunakan Hak Angket
Di sisi lain, pembangunan Kolam Retensi Telago Kajang Lako terus dikebut. Proyek seluas 8,9 hektare yang dibiayai melalui APBD Kota Jambi, APBD Provinsi Jambi, serta APBN itu ditargetkan rampung pada pekan ketiga September 2026.
Kolam retensi dengan kedalaman sekitar empat meter tersebut diproyeksikan mampu mengurangi sekitar 62 persen persoalan banjir di Kota Jambi. Sistem itu nantinya juga akan terintegrasi dengan Pompa Asam sehingga aliran air dari wilayah Kenali menuju kawasan hilir dapat dikendalikan lebih optimal.
Selain fungsi utamanya sebagai pengendali banjir, kawasan kolam retensi juga akan dikembangkan menjadi ruang terbuka publik dengan fasilitas lintasan lari, lampu hias, serta area penghijauan. (*)