Sejumlah pemuda Desa Lubuk Suli melakukan aksi protes dengan cara menanam batang pisang di tengah badan jalan yang kondisinya rusak parah
KERINCI – Kesal karena ruas jalan Lubuk Suli–Kubang, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, tak kunjung diperbaiki, sejumlah pemuda Desa Lubuk Suli melakukan aksi protes dengan cara tak biasa.
Mereka menanam batang pisang di tengah badan jalan yang kondisinya rusak parah. Aksi tersebut menjadi bentuk sindiran kepada pemerintah daerah yang dinilai lamban menangani kerusakan jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat.
Lubang-lubang menganga serta genangan air membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Kondisi itu terutama dirasakan pengendara sepeda motor yang setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut.
Dalam video aksi yang beredar, seorang pemuda melontarkan sindiran menggunakan bahasa daerah.
“Ini nyo akibat idak kayo mena jalan, pisang lah kami tanam. Sebentar lagi nyo berbuah.”
Bagi warga, kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Kondisi tersebut turut menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan hingga akses masyarakat terhadap pelayanan publik.
Bahkan, warga menyebut sejumlah kecelakaan telah terjadi akibat buruknya kondisi jalan tersebut.
“Harapan kami jalannya secepatnya diperbaiki, karena sudah banyak memakan korban,” ujar salah seorang perwakilan pemuda.
Pemkab Siapkan Rp1,5 Miliar
Keluhan warga tersebut mendapat kepastian dari Pemerintah Kabupaten Kerinci. Ruas jalan Lubuk Suli–Kubang dipastikan masuk dalam penanganan tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Maya, mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk memperbaiki ruas jalan tersebut.
Menurutnya, anggaran tersebut telah disetujui melalui APBD Perubahan dan akan digunakan untuk pengaspalan jalan.
“Ya, sudah disetujui Rp1,5 miliar. Jalan Lubuk Suli akan diaspal nantinya,” kata Maya.
Kepastian tersebut disambut positif masyarakat. Namun, warga berharap janji perbaikan tidak berhenti sebatas alokasi anggaran. Mereka meminta pekerjaan benar-benar direalisasikan dan dilakukan dengan kualitas yang baik.
Perbaikan ruas Lubuk Suli–Kubang dinilai penting karena jalan tersebut menjadi salah satu jalur penunjang aktivitas masyarakat Kecamatan Depati Tujuh, termasuk mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Warga juga meminta pemerintah melakukan pengawasan secara ketat selama pekerjaan berlangsung. Dengan begitu, anggaran Rp1,5 miliar yang digelontorkan benar-benar menghasilkan jalan yang layak dan mampu bertahan dalam jangka panjang. (*)