Gubernur Jambi Al Haris menyalurkan 250 paket bantuan sosial kepada pengemudi ojek online (ojol), ojek pangkalan, porter bandara, dan masyarakat terdampak kabut asap.
JAMBI – Dampak kabut asap di Provinsi Jambi tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga mulai membebani perekonomian masyarakat, terutama pekerja yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas di luar ruangan.
Merespons kondisi tersebut, Gubernur Jambi Al Haris menyalurkan 250 paket bantuan sosial kepada pengemudi ojek online (ojol), ojek pangkalan, porter bandara, dan masyarakat terdampak kabut asap. Penyerahan bantuan berlangsung di Masjid Tsamaratul Insan Jambi.
Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban warga yang pendapatannya ikut terpengaruh akibat menurunnya aktivitas masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.
BACA JUGA:500 Hotspot Terdeteksi, Satgas Karhutla Jambi Siapkan Operasi Hujan Buatan
Al Haris mengatakan, pekerja sektor transportasi menjadi salah satu kelompok yang rentan terdampak karena penghasilan mereka bergantung pada mobilitas masyarakat dan jumlah penumpang setiap hari.
Ketika masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah akibat kabut asap, kesempatan memperoleh penumpang turut berkurang. Situasi tersebut berpotensi menekan pendapatan para pekerja yang mengandalkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Kita ingin menunjukkan bahwa pemerintah ikut merasakan kesulitan yang dialami masyarakat,” ujar Al Haris.
Paket bantuan yang disalurkan berisi beras 10 kilogram, sembako, makanan, serta masker. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, pembagian masker diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan masyarakat yang masih harus bekerja di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Al Haris juga berharap para pengemudi ojol dapat memberikan masker kepada penumpang yang belum memilikinya. Dengan demikian, bantuan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi penerima langsung, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat lain yang menggunakan layanan transportasi daring.
Sebanyak 250 paket dialokasikan untuk masyarakat di Kota Jambi. Penyaluran bantuan serupa juga dilakukan secara bertahap ke sejumlah daerah lainnya, termasuk Kabupaten Bungo dan wilayah Jambi bagian timur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjangkau masyarakat yang menghadapi dampak kabut asap, terutama kelompok pekerja dengan pendapatan yang rentan mengalami penurunan.
BACA JUGA:Karhutla Jambi Meluas, 92 Personel Manggala Agni Dikerahkan ke Enam Titik Api
Di tengah penyaluran bantuan, Al Haris berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan roda perekonomian kembali bergerak.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berikhtiar dan berdoa agar kebakaran yang memicu kabut asap dapat segera dipadamkan.
“Harapan kita, musibah ini segera berlalu, api bisa dipadamkan, kabut asap hilang, dan perekonomian masyarakat kembali membaik,” tuturnya.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga selama kondisi kabut asap berlangsung. Di sisi lain, penanganan kebakaran dan upaya menjaga kualitas udara tetap menjadi hal penting agar dampak terhadap kesehatan, aktivitas, dan pendapatan masyarakat tidak berlarut-larut. (*)