Salah satu kawasan aeal perkebunan sawit di Kabupaten Batang Hari
BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, mempercepat realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Hingga menjelang akhir 2026, masih terdapat sekitar 400 hektare lahan yang perlu dikejar agar target peremajaan seluas 1.500 hektare dapat tercapai.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Batang Hari terus mendorong pekebun untuk memanfaatkan program tersebut, terutama pemilik kebun dengan tanaman kelapa sawit yang sudah berusia tua maupun yang menggunakan benih tidak sesuai standar.
Kepala Bidang Perkebunan DTPHP Batang Hari, Lembang Harahap, mengatakan PSR merupakan salah satu langkah untuk memperbaiki kondisi perkebunan rakyat sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Warsi Temukan 30 Perkebunan Sawit dan 14 PBPH Bersinggungan dengan Area Karhutla Jambi
“Peremajaan itu khususnya tanaman sawit yang sudah tua maupun kebun yang terindikasi menggunakan bibit tidak sesuai dengan standar,” katanya, Rabu.
Melalui program PSR, pekebun yang memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh bantuan pendanaan sekitar Rp60 juta per hektare dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sesuai ketentuan yang berlaku.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pekebun saat melakukan peremajaan, mengingat penggantian tanaman tua membutuhkan biaya dan waktu sebelum tanaman baru kembali menghasilkan secara optimal.
DTPHP Batang Hari mengingatkan bahwa pengajuan PSR harus dilakukan melalui kelompok pekebun dengan luas lahan minimal 50 hektare. Kelompok juga wajib memenuhi persyaratan administrasi dan memastikan status kepemilikan maupun legalitas lahan jelas.
Selain itu, lahan yang diajukan tidak boleh tumpang tindih dengan hak guna usaha (HGU) maupun kawasan hutan. Persyaratan tersebut menjadi bagian penting dalam proses verifikasi sebelum bantuan dapat diberikan.
Lembang mengatakan, pemerintah daerah siap membantu pekebun memahami tahapan pengajuan dan melengkapi dokumen yang diperlukan agar kesempatan mengikuti program dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Ia berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga target peremajaan tahun ini dapat dikejar dan kualitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Batang Hari terus membaik.
Di sisi lain, data perkebunan menunjukkan luas areal kelapa sawit di Kabupaten Batang Hari mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.
BACA JUGA:DPRD Jambi Mulai Garap Raperda Larangan Sawit di Lahan Bekas Karhutla
Pada 2023, luas perkebunan sawit tercatat mencapai 178.483,61 hektare. Angka tersebut meningkat menjadi 182.702,61 hektare pada 2025, atau bertambah sekitar 4.219 hektare.
Pertambahan luas perkebunan tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan sektor sawit di daerah. Namun, peningkatan luas areal juga perlu diimbangi dengan perbaikan produktivitas melalui penggunaan benih berkualitas dan peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif.
Pemkab Batang Hari berharap percepatan PSR dapat membantu pekebun meningkatkan hasil panen dan menjaga keberlanjutan usaha perkebunan rakyat, sekaligus memperkuat peran sektor kelapa sawit dalam perekonomian daerah. (*)