Diskusi "Menakar Arah Pemuda: Tantangan Ekonomi, Pekerjaan, dan Preferensi Politik Menuju 2029" diselenggarakan Lembaga Survei KedaiKOPI di Jakarta

Minat Politik Tinggi, 62,7 Persen Pemuda Merasa Aspirasinya Belum Terwakili

Posted on 2026-11-01 12:00:25 dibaca 3 kali

JAKARTA – Minat generasi muda terhadap politik masih tergolong tinggi. Hasil survei Lembaga Survei KedaiKOPI menunjukkan 64,6 persen pemuda tertarik pada politik. Bahkan, 75,8 persen responden menyatakan berkomitmen menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029.

Kepala Riset KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, mengatakan angka tersebut menunjukkan generasi muda tetap ingin terlibat dalam proses demokrasi. Namun, tingginya minat politik itu belum sepenuhnya diikuti perasaan bahwa aspirasi mereka terakomodasi.

"Jadi sebenarnya ada minat yang cukup tinggi bagi pemuda untuk berpartisipasi dalam politik, tetapi memang persepsi tidak terwakili itu cukup besar juga," kata Ashma saat memaparkan hasil survei dalam diskusi bertajuk "Menakar Arah Pemuda: Tantangan Ekonomi, Pekerjaan, dan Preferensi Politik Menuju 2029" di Jakarta, Jumat.

BACA JUGA:Revisi UU Pemilu, Anggota KPU RI Diusulkan Bertambah Jadi Sembilan Orang

Survei yang sama mencatat 62,7 persen responden merasa aspirasi mereka belum terwakili dalam kebijakan maupun dinamika politik saat ini. Kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri, terlebih kelompok Gen Z dan milenial diperkirakan menyumbang lebih dari 60 persen pemilih pada Pemilu 2029.

Dalam menentukan sosok pemimpin, mayoritas responden atau 48,4 persen menyatakan lebih menginginkan figur dari kalangan profesional dan teknokrat. Pilihan terhadap mantan politisi tercatat 27,7 persen, sedangkan figur dari unsur aparat pemerintahan maupun TNI/Polri dipilih 10,1 persen.

"Jadi para pemuda merasa para profesional maupun teknokrat itu lebih pantas untuk menjadi pemimpin," ujar Ashma.

Di sisi lain, persoalan ekonomi masih menjadi perhatian utama generasi muda. Sebanyak 21,6 persen responden menempatkan pembukaan lapangan kerja sebagai salah satu isu penting. Selain itu, mereka juga menyoroti kesejahteraan di tengah kenaikan harga kebutuhan, stabilitas ekonomi, pemberantasan korupsi, transparansi, serta kebebasan sipil dan demokrasi.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai ketertarikan pemuda terhadap politik perlu dilihat bersama dengan keyakinan mereka bahwa partisipasi dapat membawa perubahan.

"Anak-anak muda tertarik terhadap politik, tetapi tidak yakin suaranya didengar dapat menghasilkan perubahan. Akhirnya, untuk mencari perubahan itu, mereka melakukan demonstrasi," kata Lili.

Temuan survei mencatat 65,9 persen responden menilai demonstrasi sebagai cara paling efektif untuk menyampaikan aspirasi. Sementara itu, 51,6 persen menilai kanal pengaduan resmi pemerintah juga efektif.

Menurut Lili, demonstrasi merupakan salah satu bentuk kepedulian pemuda terhadap persoalan politik. Karena itu, lembaga politik perlu memperhatikan ruang partisipasi dan membangun komunikasi yang lebih baik dengan generasi muda.

Survei KedaiKOPI turut mengukur pandangan pemuda terhadap masa depan Indonesia. Sebanyak 54,4 persen responden optimistis target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai, sedangkan 45,6 persen lainnya menyatakan pesimistis.

Meski demikian, rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia masih tercatat tinggi. Sebanyak 81,5 persen responden mengaku bangga menjadi warga Indonesia, dengan skor rata-rata kebanggaan 7,51. Selain itu, 71,3 persen menilai nilai-nilai Sumpah Pemuda masih relevan diterapkan dalam kehidupan saat ini, termasuk menghadapi persaingan di era digital.

Perwakilan pemuda, Firdarainy Nurul Izzah, mengatakan kebanggaan terhadap Indonesia perlu disertai keyakinan bahwa generasi muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan menyampaikan aspirasi.

"Saya melihat bahwa kebanggaan terhadap negara ini tidak sejalan dengan optimisme kita kepada masa depan," ujarnya.

BACA JUGA:DKPP Ingatkan Bahaya Penundaan Pemilu Tanpa Dasar Hukum, Konstitusi Bisa Dilanggar

Ia menambahkan, kebanggaan sebagai warga Indonesia tetap dirasakan saat berinteraksi dengan masyarakat negara lain. Namun, kesempatan untuk mandiri secara ekonomi dan menyampaikan kritik agar didengar pembuat kebijakan masih menjadi pertanyaan bagi sebagian pemuda.

Survei KedaiKOPI dilaksanakan secara daring pada 23–29 September 2026 terhadap 1.213 warga negara Indonesia berusia 17–45 tahun dari 36 provinsi. Responden terdiri atas kelompok generasi Z dan milenial.

Data survei dibobotkan menggunakan metode iterative proportional fitting berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, agama, wilayah, dan provinsi. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx