Kasus Kematian Brigadir EWS Naik ke Penyidikan, Enam Orang Resmi Jadi Tersangka
JAMBI – Penanganan kasus kematian Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), memasuki fase baru. Setelah melalui serangkaian
Read more
JAMBI – Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, menunjukkan transformasi signifikan setelah mengikuti Program Desa BRILiaN yang diinisiasi oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Melalui program ini, desa didorong untuk mengembangkan potensi lokal berbasis digitalisasi, penguatan UMKM, optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta peningkatan inklusi keuangan masyarakat.
Desa BRILiaN yang dijalankan sejak tahun 2020 bentuk komitmen berkelanjutan BRI dalam mendukung pembangunan desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Program Desa BRILiaN merupakan inisiatif BRI untuk mendorong desa-desa di Indonesia menjadi lebih maju, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam pengelolaan ekonomi desa.
Kepala Desa Ibru, Arman, mengatakan bahwa sejak mengikuti program tersebut sekitar empat tahun lalu, berbagai perubahan positif mulai dirasakan masyarakat. “Alhamdulillah, sejak diluncurkan empat tahun lalu, banyak dampak positif yang dirasakan. Digitalisasi desa semakin berkembang, dan masyarakat mulai terbiasa memanfaatkan teknologi untuk kegiatan ekonomi,” ujarnya.
BACA JUGA:KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan
Salah satu potensi unggulan yang dikembangkan adalah komoditas kunyit. Sebelumnya, masyarakat hanya menjual kunyit dalam bentuk mentah ke pasar tradisional, dengan harga yang tidak stabil dan pemasaran yang terbatas.
Namun kini, melalui inovasi desa, kunyit diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti serbuk kunyit, teh kunyit, kerupuk kunyit, hingga sabun kunyit. “Kini produk kami sudah dipasarkan secara online melalui Shopee, Facebook, Instagram, hingga TikTok. Ini menjadi perubahan besar dibandingkan sebelumnya yang hanya mengandalkan pasar lokal,” jelas Arman.
Ketua BUMDes Desa Ibru, Muhammad Anggoro, menegaskan bahwa program ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. “Program ini membuka lapangan kerja baru bagi warga. Ada sekitar 10 hingga 15 ibu-ibu yang terlibat langsung dalam produksi. Selain itu, ada sistem bagi hasil yang membantu menambah pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa akses keuangan masyarakat kini semakin mudah, terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses permodalan. Prosesnya lebih cepat dan mudah terealisasi, sehingga usaha warga bisa berkembang,” tambahnya.
Meski demikian, Anggoro mengakui masih ada tantangan dalam pengembangan usaha, terutama keterbatasan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan belum adanya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Permintaan pasar sebenarnya cukup tinggi, tetapi kami belum bisa produksi dalam skala besar karena terkendala izin BPOM. Ini yang sedang kami upayakan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Ibru, Rusmaini, mengatakan bahwa proses produksi kunyit dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu. “Dalam seminggu sekali kami memproduksi serbuk kunyit dan teh kunyit. Prosesnya mulai dari panen, penjemuran selama tiga hingga empat hari, hingga penggilingan. Dalam sekali produksi, kami bisa mengolah sekitar 25 hingga 30 kilogram kunyit,” katanya.
Menurutnya, meski hasil yang diperoleh belum besar, program ini sangat membantu ekonomi keluarga. “Biasanya hasil dibagikan menjelang Lebaran. Walaupun tidak besar, sangat membantu kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
BACA JUGA:Perkuat Ekonomi Kerakyatan, BI Luncurkan 4 Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu
Selain sektor olahan kunyit, Desa Ibru juga memiliki potensi sumber air bersih yang melimpah. Bahkan saat musim kemarau panjang, pasokan air tetap mencukupi kebutuhan warga. Ke depan, desa berencana mengembangkan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) melalui BUMDes.
Sebelum mengikuti Program Desa BRILiaN, masyarakat Desa Ibru masih bergantung pada penjualan hasil pertanian mentah dengan nilai ekonomi rendah dan pemasaran terbatas. Namun setelah program berjalan, terjadi peningkatan nilai tambah produk melalui pengolahan, perluasan pasar secara digital, serta terbukanya lapangan kerja baru bagi warga. Selain itu, literasi keuangan masyarakat meningkat, akses permodalan lebih mudah, serta pengelolaan usaha desa menjadi lebih terstruktur melalui BUMDes.
Desa Ibru memiliki luas lahan kunyit sekitar 3 hektare yang tersebar di area perkebunan masyarakat. Selain itu, desa ini juga memiliki potensi perkebunan karet seluas 69 hektare, sawit 57 hektare, serta ladang sekitar 20 hektare.
Jumlah penduduk Desa Ibru mencapai 940 jiwa, terdiri dari 287 kepala keluarga, dengan komposisi 487 laki-laki dan 453 perempuan. Secara geografis, desa ini berjarak sekitar 16 kilometer dari ibu kota kecamatan dengan waktu tempuh 30 menit, serta 80 kilometer dari ibu kota kabupaten dengan waktu tempuh sekitar dua jam.
Dalam Program Desa BRILiaN, Desa Ibru meraih predikat sebagai Desa Inovatif dan Digitalisasi Terbaik tingkat nasional pada tahun 2023 lalu, yang semakin memperkuat posisinya sebagai desa berkembang berbasis inovasi. Dengan berbagai potensi dan dukungan program, Pemerintah Desa Ibru optimistis dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Area Head BRI Jambi, Vierdy Yosua RBS menyebtukan, Desa BRILiaN binaan BRI di Desa Ibru, terus menunjukkan perkembangan positif. BRI tidak hanya memberikan pendampingan dalam pengembangan potensi desa, tetapi juga menyalurkan berbagai bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan kemajuan desa.
Berbagai bentuk dukungan telah diberikan kepada Desa Ibru, mulai dari bantuan beasiswa bagi anak-anak sekolah, peralatan produksi untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan rumah produksi. Selain itu, BRI juga membantu penyediaan berbagai fasilitas umum desa seperti masjid dan tapal batas desa. “Kami terus melakukan pembinaan dan memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan desa agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal,” ujar Vierdy.
Pada tahun 2026, BRI juga kembali mendorong desa-desa di Jambi untuk berpartisipasi dalam Program Desa BRILiaN. Salah satu desa yang mengikuti ajang tersebut adalah Desa Sungai Bahar Unit 15, Kabupaten Muaro Jambi. Vierdy berharap desa tersebut dapat meraih prestasi dan membawa nama baik Provinsi Jambi di tingkat nasional. (*)
JAMBI – Penanganan kasus kematian Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), memasuki fase baru. Setelah melalui serangkaian
Read moreJAMBI-Polda Jambi terus menggenjot penyelidikan atas kematian Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur. Hingga kini, sedikitnya 13 saksi tela
Read moreMUARASABAK – Tiga hari setelah seorang anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) berpangkat Brigadir Polisi ditemukan meninggal dunia, mis
Read moreJAMBI - Pemenang Program Semarak Berkah BAF (Bussan Auto Finance) tahun 2026, Aljefri Mardian, menerima hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Yam
Read moreJAMBI – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jambi mengadakan kegiatan Employee Volunteering Go Green dengan tema “Tanam Harapan, Tuai Masa
Read moreJAKARTA – Harga emas batangan produksi Antam belum mengalami perubahan pada perdagangan Senin (22/6). Berdasarkan data terbaru dari laman resmi
Read more