Telaga Kajang Lako Ditata Jadi Ruang Publik, Pengendalian Banjir Tetap Jadi Fungsi Utama

Wali Kota Jambi Maulana melakukan penanaman pohon perdana di kawasan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako
Wali Kota Jambi Maulana melakukan penanaman pohon perdana di kawasan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako

JAMBI—Pemerintah Kota Jambi mulai menata kawasan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako di Kota Baru sebagai ruang publik yang menggabungkan fungsi pengendalian banjir, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Langkah awal penataan kawasan tersebut ditandai dengan penanaman pohon perdana oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Selasa.

Pohon tabebuya dan tanjung dipilih untuk ditanam di kawasan kolam retensi. Penanaman dilakukan sejak tahap awal penataan agar pepohonan memiliki waktu untuk tumbuh dan nantinya memberikan suasana teduh bagi warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.

BACA JUGA:Dua Kolam Retensi Baru Jadi Taruhan Atasi Banjir Jambi, DPR Minta Pemkot Segera Lengkapi Persyaratan

Maulana mengatakan pengembangan Telaga Kajang Lako tidak akan menghilangkan fungsi utama kolam retensi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir di Kota Jambi.

“Kolam retensi ini tetap memiliki fungsi utama untuk menampung dan mengendalikan aliran air sebelum dialirkan melalui saluran pembuangan menuju kawasan hilir,” ujar Maulana.

Selain fungsi hidrologis, pemerintah kota menyiapkan sejumlah fasilitas untuk menjadikan kawasan tersebut lebih ramah bagi masyarakat. Salah satunya berupa lintasan lari atau jogging track dengan panjang sekitar 1,4 kilometer.

Hingga saat ini, pembangunan lintasan tersebut telah mencapai sekitar 275 meter dan akan dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh lintasan rampung.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Pemkot Jambi juga memasang fasilitas penerangan secara bertahap. Penerangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan sekaligus memungkinkan kawasan dimanfaatkan masyarakat secara lebih optimal.

Tak hanya untuk kegiatan olahraga dan rekreasi, kawasan Telaga Kajang Lako juga disiapkan sebagai ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.

Maulana mengatakan penempatan aktivitas ekonomi akan diatur agar tidak mengganggu fungsi kolam retensi. Penataan dilakukan dengan pembagian ruang yang mempertimbangkan kebutuhan olahraga, ruang publik, penghijauan, serta kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kami tata sejak awal dengan regulasi yang jelas agar ruang olahraga, ruang publik, penghijauan, ekonomi kreatif dan UMKM akan dibagi secara proporsional,” katanya.

Pemkot Jambi menargetkan pengembangan lebih lanjut kawasan Telaga Kajang Lako mulai dilakukan pada 2027. Pengembangan tersebut mencakup potensi wisata air serta berbagai kegiatan publik yang dapat menarik masyarakat untuk memanfaatkan kawasan tersebut.

BACA JUGA:Pembebasan Lahan 4,2 Hektare Rampung, Pembangunan Kolam Retensi Paal Lima Dikebut

Maulana berharap penataan Telaga Kajang Lako dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi warga. Selain berperan dalam mengurangi risiko banjir, kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang hijau dan tempat berolahraga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dengan konsep tersebut, Telaga Kajang Lako diarahkan menjadi kawasan multifungsi yang tetap mengutamakan fungsi pengendalian banjir, namun sekaligus memberikan ruang bagi aktivitas sosial, rekreasi, olahraga, dan pengembangan ekonomi masyarakat. (*)




Berita Terkait

14 Pasangan Mustahik Naik Pelaminan Tanpa Pusing Modal Nikah

JAMBI – Urusan menikah ternyata tidak selalu soal mencari pasangan. Setelah menemukan orang yang cocok, ada satu perkara lain yang kadang bikin

Read more

ISPU Kota Jambi Capai 169, Pembelajaran PAUD dan SD Kelas 1–3 Dialihkan Daring

JAMBI — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali mengambil langkah antisipatif menghadapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Mulai 10 h

Read more

Maulana Buka Suara soal Mundurnya Sugiyono dan Nanang, Sebut Pilihan Karier ASN

JAMBI–Mundurnya dua pejabat penting di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi bukan karena persoalan kinerja maupun konflik internal. W

Read more

73 Desa dan Kelurahan di Muaro Jambi Masuk Peta Rawan Karhutla

MUARO JAMBI — Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 73 des

Read more

DBD di Batang Hari Capai 35 Kasus hingga Juli 2026, Kasus Tertinggi Terjadi pada Juli

BATANG HARI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Hari mencatat 35 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama periode Januari hingga Juli 20

Read more

Perjuangkan Aspirasi Warga, Jefrizen Realisasikan Dua Titik Lampu Jalan di RT 32 Grand Kenali

JAMBI–Kebutuhan penerangan lingkungan di RT 32 Perumahan Grand Kenali, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, mendapat pe

Read more