Udara Tanjabtim Masih Kategori Sedang, Sekolah Belum Diliburkan

Ilustrasi foto kabut asap
Ilustrasi foto kabut asap

MUARASABAK — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) belum mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah, menyusul kondisi kualitas udara yang mulai menjadi perhatian.

Pemkab masih mengacu pada hasil pemantauan kualitas udara yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pada Rabu (26/8/2026) pukul 07.00 WIB, kadar partikulat PM2,5 tercatat masih berada pada level kategori sedang.

BACA JUGA:Kabut Asap Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP di Kota Jambi Belajar dari Rumah

Data dari Station Particulate Monitor PM2,5 SPKUA-DLH Tanjabtim menunjukkan konsentrasi PM2,5 berada di rentang 88 hingga 97 µg/m³. Adapun nilai rata-ratanya tercatat sebesar 93,375 µg/m³.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Syafaruddin, mengatakan kondisi tersebut belum menjadi dasar untuk meliburkan sekolah. Menurutnya, keputusan tetap mengacu pada perkembangan ISPU yang dikeluarkan oleh DLH.

“Belum ada sekolah yang diliburkan karena hasil pemantauan ISPU yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih dikategorikan sedang,” katanya.

Kendati kegiatan sekolah tetap berlangsung, Dinas Pendidikan tidak mengabaikan potensi dampak kualitas udara terhadap warga sekolah. Imbauan telah disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan agar langkah pencegahan dapat dilakukan.

Para guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik diminta memakai masker serta membatasi kegiatan yang dilakukan di luar ruangan.

Kepala DLH Tanjabtim, Eduwar, menjelaskan bahwa konsentrasi PM2,5 pada rentang 51–100 µg/m³ masih termasuk kategori sedang. Kondisi berbeda terjadi ketika konsentrasi mencapai 101–200 µg/m³ yang dikategorikan tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif.

BACA JUGA:Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Jambi Masuk Level Sangat Tidak Sehat

Karena itu, perkembangan kualitas udara akan terus dipantau. DLH bersama Dinas Pendidikan akan mengevaluasi kondisi secara berkala untuk menentukan langkah berikutnya.

“Kami bersama Dinas Pendidikan akan terus memantau perkembangan kualitas udara. Kebijakan terhadap aktivitas sekolah akan disesuaikan apabila terjadi peningkatan konsentrasi PM2,5 dan kondisi udara memburuk,” pungkas Eduwar. (*)




Berita Terkait

Diburu Dua Bulan, Residivis Jambret Kalung Emas Diciduk di Banten

JAMBI - Seorang residivis spesialis jambret kalung emas yang diburu polisi setelah beraksi di Kota Jambi akhirnya ditangkap. Tersangka ditangkap setel

Read more

Nasabah Bank Mandiri Pertanyakan Dana Rp90 Juta Berkurang dari Rekening

  JAMBI – Persoalan pemblokiran rekening dan pengalihan dana nasabah kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang nasabah Bank Mandiri Area

Read more

Karhutla Bakar Sekitar Satu Hektare Lahan di Rimbo Tengah, Tim Gabungan Bergerak Cepat

MUARA BUNGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bungo. Kali ini, kebakaran melanda lahan milik warga di

Read more

Belum Ideal, Tanjabtim Masih Kekurangan Dokter di Sejumlah Fasilitas Kesehatan

MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis di fasilitas

Read more

Kemarau Berpengaruh pada Distribusi Air, Perumda Tirta Khayangan Atur Ulang Jadwal Pengaliran

SUNGAI PENUH – Memasuki periode musim kemarau, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh melakukan penyesuaia

Read more

Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Danrem 042/Garuda Putih Bagikan Masker

JAMBI– Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai dirasakan masyarakat seiring munculnya asap yang memengaruhi kenyamanan warga dalam men

Read more