10 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Jambi, Luas Lahan Terbakar Capai 17,25 Hektare
JAMBI — Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus berlanjut. Hingga 27 Agustus 2026, Direktorat Reserse Krim
Read more
JAMBI — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat melalui operasi udara. Polda Jambi mengerahkan patroli menggunakan helikopter sekaligus melakukan pemadaman dari udara untuk mencegah titik api berkembang.
Melalui Subsatgas Udara Satgas Karhutla Provinsi Jambi, patroli dilakukan dengan menggunakan Helikopter Bell 505 PK-ELS. Dari penyisiran kawasan rawan, petugas menemukan empat titik api yang tersebar di dua kabupaten.
BACA JUGA:10 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Jambi, Luas Lahan Terbakar Capai 17,25 Hektare
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Erlan Munaji, menyebut titik api tersebut berada di Sungai Gelam dan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, serta Muara Sabak Barat dan Rantau Rasau di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Patroli udara pakai Helikopter Bell 505 PK-ELS menyisir sejumlah wilayah rawan karhutla dan menemukan empat titik fire spot di Sungai Gelam dan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, serta Muara Sabak Barat dan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujar Erlan.
Setelah titik api teridentifikasi, informasi tersebut langsung dikoordinasikan dengan personel di lapangan. Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan pengerahan helikopter water bombing milik TNI AU dan BNPB.
Dalam operasi pemadaman tersebut, empat unit helikopter tercatat telah melakukan 177 kali water bombing. Jumlah air yang digunakan untuk menjangkau lokasi kebakaran diperkirakan mencapai 576.000 liter.
Upaya pengendalian karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman. Polda Jambi juga mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan mengerahkan pesawat PK-ALA untuk wilayah Kabupaten Sarolangun dan Merangin.
Erlan mengatakan seluruh langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan karhutla yang membutuhkan respons cepat sekaligus koordinasi lintas instansi.
BACA JUGA:Karhutla Masih Mengancam, Pemkab Muaro Jambi Tetapkan Status Tanggap Darurat
Polda Jambi bersama TNI, BNPB, BMKG, pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait terus memperkuat pemantauan kawasan rawan. Patroli udara, deteksi titik panas, pemadaman water bombing hingga operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk menekan potensi meluasnya kebakaran.
Di sisi lain, masyarakat kembali diingatkan agar tidak menggunakan metode pembakaran ketika membuka lahan. Warga juga diminta segera menyampaikan laporan kepada petugas apabila menemukan titik api atau melihat adanya indikasi kebakaran hutan dan lahan. (*)
JAMBI — Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus berlanjut. Hingga 27 Agustus 2026, Direktorat Reserse Krim
Read moreMUARASABAK — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) belum mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar menga
Read moreJAMBI - Seorang residivis spesialis jambret kalung emas yang diburu polisi setelah beraksi di Kota Jambi akhirnya ditangkap. Tersangka ditangkap setel
Read moreJAMBI – Persoalan pemblokiran rekening dan pengalihan dana nasabah kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang nasabah Bank Mandiri Area
Read moreMUARA BUNGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bungo. Kali ini, kebakaran melanda lahan milik warga di
Read moreMUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis di fasilitas
Read more