Empat Titik Api Terdeteksi dari Udara, Polda Jambi Kerahkan Water Bombing

Patroli udara yang digelar beberapa waktu lalu
Patroli udara yang digelar beberapa waktu lalu

JAMBI — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat melalui operasi udara. Polda Jambi mengerahkan patroli menggunakan helikopter sekaligus melakukan pemadaman dari udara untuk mencegah titik api berkembang.

Melalui Subsatgas Udara Satgas Karhutla Provinsi Jambi, patroli dilakukan dengan menggunakan Helikopter Bell 505 PK-ELS. Dari penyisiran kawasan rawan, petugas menemukan empat titik api yang tersebar di dua kabupaten.

BACA JUGA:10 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Jambi, Luas Lahan Terbakar Capai 17,25 Hektare

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Erlan Munaji, menyebut titik api tersebut berada di Sungai Gelam dan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, serta Muara Sabak Barat dan Rantau Rasau di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

“Patroli udara pakai Helikopter Bell 505 PK-ELS menyisir sejumlah wilayah rawan karhutla dan menemukan empat titik fire spot di Sungai Gelam dan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, serta Muara Sabak Barat dan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujar Erlan.

Setelah titik api teridentifikasi, informasi tersebut langsung dikoordinasikan dengan personel di lapangan. Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan pengerahan helikopter water bombing milik TNI AU dan BNPB.

Dalam operasi pemadaman tersebut, empat unit helikopter tercatat telah melakukan 177 kali water bombing. Jumlah air yang digunakan untuk menjangkau lokasi kebakaran diperkirakan mencapai 576.000 liter.

Upaya pengendalian karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman. Polda Jambi juga mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan mengerahkan pesawat PK-ALA untuk wilayah Kabupaten Sarolangun dan Merangin.

Erlan mengatakan seluruh langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan karhutla yang membutuhkan respons cepat sekaligus koordinasi lintas instansi.

BACA JUGA:Karhutla Masih Mengancam, Pemkab Muaro Jambi Tetapkan Status Tanggap Darurat

Polda Jambi bersama TNI, BNPB, BMKG, pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait terus memperkuat pemantauan kawasan rawan. Patroli udara, deteksi titik panas, pemadaman water bombing hingga operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk menekan potensi meluasnya kebakaran.

Di sisi lain, masyarakat kembali diingatkan agar tidak menggunakan metode pembakaran ketika membuka lahan. Warga juga diminta segera menyampaikan laporan kepada petugas apabila menemukan titik api atau melihat adanya indikasi kebakaran hutan dan lahan. (*)




Berita Terkait

10 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Jambi, Luas Lahan Terbakar Capai 17,25 Hektare

JAMBI — Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus berlanjut. Hingga 27 Agustus 2026, Direktorat Reserse Krim

Read more

Udara Tanjabtim Masih Kategori Sedang, Sekolah Belum Diliburkan

MUARASABAK — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) belum mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar menga

Read more

Diburu Dua Bulan, Residivis Jambret Kalung Emas Diciduk di Banten

JAMBI - Seorang residivis spesialis jambret kalung emas yang diburu polisi setelah beraksi di Kota Jambi akhirnya ditangkap. Tersangka ditangkap setel

Read more

Nasabah Bank Mandiri Pertanyakan Dana Rp90 Juta Berkurang dari Rekening

  JAMBI – Persoalan pemblokiran rekening dan pengalihan dana nasabah kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang nasabah Bank Mandiri Area

Read more

Karhutla Bakar Sekitar Satu Hektare Lahan di Rimbo Tengah, Tim Gabungan Bergerak Cepat

MUARA BUNGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bungo. Kali ini, kebakaran melanda lahan milik warga di

Read more

Belum Ideal, Tanjabtim Masih Kekurangan Dokter di Sejumlah Fasilitas Kesehatan

MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis di fasilitas

Read more