Karhutla Muaro Jambi Tembus 626 Hektare, 487 Hektare di Lahan Gambut

Ilustrasi kabut asap
Ilustrasi kabut asap

MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Muaro Jambi. Hingga awal Oktober 2026, ratusan titik kebakaran tercatat telah menghanguskan lebih dari 600 hektare lahan di wilayah tersebut.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi mencatat sebanyak 122 kejadian karhutla sejak awal tahun hingga 4 Oktober 2026. Total luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 626 hektare.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengungkapkan sebagian besar lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut.

BACA JUGA:Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Sungaipenuh, Sekolah Diminta Siapkan Pembelajaran Daring

Dari total luasan tersebut, sekitar 487 hektare merupakan lahan gambut. Sedangkan 139 hektare lainnya berada di lahan mineral.

“Dari sekitar 626 hektare lahan yang terbakar, 139 hektare merupakan lahan mineral, sedangkan 487 hektare merupakan lahan gambut,” ujar Anari, Rabu (7/10).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena karakteristik lahan gambut membuat api lebih sulit dikendalikan. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi berpotensi menjalar hingga ke lapisan bawah tanah.

Kasus Melonjak Tajam

Karhutla di Muaro Jambi sebenarnya telah muncul sejak Maret 2026. Namun, jumlah kejadian meningkat tajam memasuki pertengahan tahun.

Pada Maret, BPBD mencatat hanya tiga kejadian. Angka tersebut meningkat menjadi 14 kasus pada Juli.

Memasuki Agustus, jumlah kebakaran melonjak hingga 43 kejadian. Peningkatan semakin tajam pada September dengan 58 kasus karhutla.

Sementara sejumlah kejadian lainnya tercatat pada awal Oktober.

“Karhutla ini meningkat signifikan sejak Agustus hingga September,” kata Anari.

Menurutnya, mayoritas lahan yang terbakar merupakan milik masyarakat. Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan menjadi penting, terutama untuk mengantisipasi aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

Sebaran kebakaran juga cukup luas. Karhutla tidak hanya terjadi pada satu kawasan, tetapi telah ditemukan di hampir seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Muaro Jambi.

Sejumlah wilayah terdampak di antaranya Jaluko, Sekernan, Kumpeh, Mestong, Sungai Gelam, Maro Sebo, Taman Rajo, Sungai Bahar dan Kumpeh Ulu.

“Karhutla ini tersebar di hampir semua kecamatan yang ada di Muaro Jambi,” ungkap Anari.

BPBD Muaro Jambi hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap wilayah yang dinilai rawan serta menangani titik-titik kebakaran yang muncul.

Pemerintah daerah juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

Ancaman karhutla tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi masih mempertahankan status siaga darurat karhutla.

Anari mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi sumber munculnya api, terutama pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan.

BACA JUGA:Aksi Aliansi Rakyat Jambi Marah Memanas, Pagar Kantor Gubernur Jebol

Upaya pencegahan dinilai menjadi kunci karena sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut yang membutuhkan penanganan lebih kompleks ketika api sudah meluas.

BPBD bersama unsur terkait pun terus melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya. (*)




Berita Terkait

Aksi Aliansi Rakyat Jambi Marah Memanas, Pagar Kantor Gubernur Jebol

JAMBI – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Rakyat Jambi Marah di kawasan perkantoran Gubernur Jambi, Kamis (8/10/2026), berujung memanas. Mas

Read more

BMKG Peringatkan Jambi Bersiap Hadapi Musim Hujan, Banjir dan Longsor Mengintai

JAMBI – Musim hujan 2026–2027 segera memasuki wilayah Provinsi Jambi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteoro

Read more

Diduga Dipicu Perselisihan Utang, Seorang Pria Tewas Ditikam

JAMBI - Perselisihan yang diduga berkaitan dengan persoalan utang piutang berujung tragedi berdarah di RT 01, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Te

Read more

Imigrasi Kerinci Hadirkan SINITA, Permudah Akses Informasi Izin Tinggal bagi Masyarakat

KERINCI – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci, Jambi, terus mendorong transformasi pelayanan keimigrasian berbasis digital. Salah satunya m

Read more

Sindir Pemkab Kerinci, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Lubuk Suli–Kubang

KERINCI – Kesal karena ruas jalan Lubuk Suli–Kubang, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, tak kunjung diperbaiki, sejumlah pemuda De

Read more

25 Lokasi di Tanjabbarat Masuk Program Listrik Desa, Tiga Berada di Kawasan Hutan

KUALATUNGKAL – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) terus mendorong perluasan jaringan listrik ke wilayah yang hingga kini b

Read more