Api Masih Mengancam Sadu dan Berbak, Dandim Tanjabtim Desak Perusahaan Turun ke Lapangan

Rapat koordinasi lanjutan penanganan karhutla dan kabut asap di aula utama kantor Bupati Tanjabtim
Rapat koordinasi lanjutan penanganan karhutla dan kabut asap di aula utama kantor Bupati Tanjabtim

MUARASABAK – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) membutuhkan dukungan konkret dari seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak. Di tengah ancaman api dan kabut asap, keterlibatan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat upaya pemadaman di lapangan.

Komandan Kodim 0419/Tanjab, Letkol Zulfiandi, secara tegas mengingatkan perusahaan agar tidak hanya menjadi penonton ketika petugas berjibaku mengendalikan kebakaran. Perusahaan yang berada dekat lokasi kebakaran diminta ikut membantu dengan mengerahkan personel, peralatan, dan sumber daya yang tersedia.

Penegasan itu disampaikan Zulfiandi dalam rapat koordinasi lanjutan penanganan karhutla dan kabut asap, Jumat (16/10). Pertemuan tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, perusahaan, serta perwakilan masyarakat.

BACA JUGA:Karhutla Jambi Tembus 42 Ribu Hektare, DPRD Sepakat Bentuk Pansus Karhutla

Menurut Zulfiandi, penanganan karhutla tidak akan maksimal apabila hanya bertumpu pada pemerintah daerah dan aparat keamanan. Luasnya wilayah penanganan serta kebutuhan dukungan operasional menuntut keterlibatan berbagai pihak, terutama perusahaan yang memiliki sumber daya untuk membantu pemadaman.

"Penanganan kebakaran hutan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, TNI, atau Polri, melainkan tanggung jawab bersama. Kami mengingatkan perusahaan, terutama yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran, agar turut membantu," tegasnya.

Ia berharap perusahaan yang selama ini telah memberikan dukungan dapat mempertahankan kontribusinya. Adapun perusahaan yang belum terlibat diminta segera mengambil bagian sesuai kemampuan dan kewajibannya.

Sadu dan Berbak Jadi Prioritas

Ancaman karhutla masih menjadi perhatian serius di Tanjabtim. Kecamatan Sadu dan Berbak ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanganan karena masih ditemukan titik api.

Wakil Bupati Tanjabtim, Muslimin Tanja, menekankan bahwa percepatan pemadaman membutuhkan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat. Setiap unsur yang terlibat harus bergerak secara terpadu agar penanganan kebakaran dan dampak kabut asap tidak berjalan sendiri-sendiri.

"Penanganan kabut asap di Kabupaten Tanjabtim harus terus dilakukan. Koordinasi lintas sektoral juga harus ditingkatkan, terutama untuk penanganan yang difokuskan di Kecamatan Sadu dan Berbak," katanya.

Untuk memperjelas penanganan di lapangan, rapat koordinasi tersebut juga menyepakati pembagian klaster kerja. Skema ini diharapkan membuat pengerahan personel dan peralatan lebih terarah, sekaligus menghindari tumpang tindih tugas antarpihak.

Melalui pembagian wilayah kerja, pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mengendalikan titik api yang masih aktif.

Ancaman Asap Berpotensi Berlanjut

Tantangan pemadaman semakin besar karena hujan belum diperkirakan turun merata dalam waktu dekat. Berdasarkan informasi BMKG, musim hujan di wilayah Jambi diprediksi mulai pada akhir Oktober 2026. Namun, hujan di Kecamatan Sadu dan Berbak diperkirakan baru turun pada minggu kedua November.

Artinya, upaya pemadaman langsung masih menjadi langkah penting untuk menekan potensi meluasnya kebakaran sebelum hujan membantu membasahi lahan yang terdampak.

Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah mengusulkan perpanjangan status siaga darurat karhutla. Status yang semula berlaku hingga 31 Oktober 2026 diusulkan diperpanjang sampai 30 November 2026.

BACA JUGA:Karhutla Muaro Jambi Tembus 626 Hektare, 487 Hektare di Lahan Gambut

Meski demikian, usulan perpanjangan tersebut belum menjadi keputusan final. Pembahasannya masih akan dilakukan bersama Forkopimda dengan mempertimbangkan perkembangan kebakaran dan situasi di lapangan.

Di tengah ancaman karhutla yang belum sepenuhnya terkendali, keterlibatan perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat operasi pemadaman. Dukungan yang dibutuhkan bukan sebatas kehadiran dalam rapat koordinasi, melainkan bantuan nyata berupa tenaga, peralatan, dan sumber daya untuk mendukung petugas di lokasi kebakaran.

Kecepatan respons dan kerja sama seluruh pihak akan menentukan efektivitas penanganan karhutla di Tanjabtim, terutama di Sadu dan Berbak yang masih menjadi fokus pemadaman. (*)

 




Berita Terkait

Honda Verza Masuk Jalur Berlawanan, Dua Pemuda Tewas Ditabrak Truk

JAMBI - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lingkar Selatan II, dekat Toko Bangunan Central Jaya, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal M

Read more

Masa Tunggu Haji Ditargetkan Turun Jadi 14–16 Tahun pada 2027, Ini Penjelasannya

JAMBI – Pemerintah menargetkan masa tunggu keberangkatan calon jemaah haji di Indonesia dapat dipangkas menjadi 14 hingga 16 tahun pada 2027. Up

Read more

Bungo Disiapkan Jadi Basis Pertahanan Terpadu, 130 Hektare Lahan Dialokasikan untuk TNI

MUARA BUNGO – Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, diproyeksikan memiliki peran strategis dalam penguatan pertahanan militer melalui rencana pembang

Read more

69 Perusahaan Beroperasi di Tanjabtim, RSUD Nurdin Hamzah Bidik Layanan Kesehatan Karyawan

MUARASABAK – Potensi ekonomi dari pelayanan kesehatan pekerja perusahaan menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan Kabupaten Tanjung Ja

Read more

Kemarau Tekan Pasokan, Harga Cabai di Sengeti Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

MUARO JAMBI – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tradisional Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, mengalami kenaikan di tengah kondisi cuaca ke

Read more

Musim Kemarau Bawa Berkah, Petani Pinang Tanjabtim Manfaatkan Cuaca Panas untuk Percepat Pengeringan

MUARASABAK – Cuaca panas yang melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) memanfaatkan petani pinang untuk meningkatkan efisiensi pemrose

Read more