Karhutla Jambi Meluas, 92 Personel Manggala Agni Dikerahkan ke Enam Titik Api

Kepala Daops Manggala Agni Daops Bukit Tempurung Sandi Prabowo saat memberikan keterangan
Kepala Daops Manggala Agni Daops Bukit Tempurung Sandi Prabowo saat memberikan keterangan

 

JAMBI – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi diperkuat dengan pengerahan personel Manggala Agni dari sejumlah daerah operasi di Riau. Sebanyak 92 personel beserta peralatan pemadaman disiagakan untuk menangani enam titik kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak dan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam.

Dukungan tambahan datang dari Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Dumai dan Pekanbaru, Riau. Kedua tim tersebut diterjunkan untuk memperkuat upaya pemadaman, terutama di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang masih menghadapi ancaman kebakaran.

Kepala Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Sandi Prabowo, mengatakan penempatan personel tambahan mulai dilakukan pada Sabtu (17/10). Total 52 personel tambahan dikerahkan untuk memperkuat penanganan karhutla di enam lokasi yang menjadi prioritas.

BACA JUGA:Kemarau Tekan Pasokan, Harga Cabai di Sengeti Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

"Desa Rantau Rasau Desa, Kecamatan Berbak ada satu tim dari TN Berbak Sembilang, akan diisi dari Manggala Agni Daops Dumai (Riau), dan Daops Pekanbaru akan diletakkan di posisi kebakaran di Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang," kata Sandi di Kota Jambi.

Enam Lokasi Jadi Fokus Pemadaman

Pengerahan personel dilakukan dengan membagi tim ke sejumlah lokasi kebakaran berdasarkan kebutuhan penanganan di lapangan.

Di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam, dua tim dari Daops Kota Jambi dan Daops Muaro Tebo ditugaskan memperkuat pemadaman. Sementara di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang, tim ditempatkan di Desa Sungai Rambut dan Desa Rantau Rasau Desa, Kecamatan Berbak.

Penanganan di Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, diperkuat tim dari Daops Dumai. Adapun wilayah Sungai Cemara mendapat dukungan personel dari Daops Pekanbaru.

Sementara itu, Labuhan Pering di Kecamatan Sadu menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus. Sebanyak tiga tim dari Daops Bukit Tempurung ditempatkan di wilayah tersebut dan akan bergabung dengan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tanjabtim.

Dengan penguatan tersebut, Manggala Agni mengerahkan total 92 personel lengkap dengan peralatan untuk menangani enam titik kebakaran.

Pasokan Air Jadi Kendala

Meski dukungan personel diperkuat, pemadaman karhutla masih menghadapi tantangan di lapangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan ketersediaan air di lokasi kebakaran.

Kondisi ini menuntut petugas menyesuaikan strategi pemadaman dengan jarak sumber air, posisi titik api, serta situasi aktual di setiap lokasi. Penempatan personel dan peralatan pun disesuaikan agar upaya pengendalian kebakaran dapat berjalan lebih efektif.

Petugas akan menerapkan strategi pemadaman berdasarkan karakteristik dan kondisi masing-masing titik api. Koordinasi antartim juga diperlukan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Lahan Terbakar Capai 4.363 Hektare

Besarnya upaya penanganan tersebut tidak terlepas dari luasnya dampak karhutla di Provinsi Jambi. Berdasarkan data Satuan Tugas Karhutla Provinsi Jambi, luas lahan yang terbakar sepanjang 1 Januari hingga 16 Oktober 2026 tercatat mencapai 4.363,86 hektare.

BACA JUGA:Api Masih Mengancam Sadu dan Berbak, Dandim Tanjabtim Desak Perusahaan Turun ke Lapangan

Angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan serius bagi petugas dan pemerintah daerah. Penguatan personel lintas daerah diharapkan dapat mempercepat pemadaman, menekan potensi perluasan kebakaran, serta mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Dengan tambahan kekuatan dari Riau, operasi pemadaman kini bertumpu pada pembagian personel yang terarah, ketersediaan peralatan, dan koordinasi lintas instansi. Namun, keterbatasan air tetap menjadi tantangan yang harus diatasi agar kebakaran di kawasan TN Berbak dan Tahura Orang Kayo Hitam dapat dikendalikan. (*)




Berita Terkait

Api Masih Mengancam Sadu dan Berbak, Dandim Tanjabtim Desak Perusahaan Turun ke Lapangan

MUARASABAK – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) membutuhkan dukungan konkret da

Read more

Honda Verza Masuk Jalur Berlawanan, Dua Pemuda Tewas Ditabrak Truk

JAMBI - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lingkar Selatan II, dekat Toko Bangunan Central Jaya, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal M

Read more

Masa Tunggu Haji Ditargetkan Turun Jadi 14–16 Tahun pada 2027, Ini Penjelasannya

JAMBI – Pemerintah menargetkan masa tunggu keberangkatan calon jemaah haji di Indonesia dapat dipangkas menjadi 14 hingga 16 tahun pada 2027. Up

Read more

Bungo Disiapkan Jadi Basis Pertahanan Terpadu, 130 Hektare Lahan Dialokasikan untuk TNI

MUARA BUNGO – Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, diproyeksikan memiliki peran strategis dalam penguatan pertahanan militer melalui rencana pembang

Read more

69 Perusahaan Beroperasi di Tanjabtim, RSUD Nurdin Hamzah Bidik Layanan Kesehatan Karyawan

MUARASABAK – Potensi ekonomi dari pelayanan kesehatan pekerja perusahaan menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan Kabupaten Tanjung Ja

Read more

Kemarau Tekan Pasokan, Harga Cabai di Sengeti Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

MUARO JAMBI – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tradisional Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, mengalami kenaikan di tengah kondisi cuaca ke

Read more