Karhutla Jambi Meluas, 92 Personel Manggala Agni Dikerahkan ke Enam Titik Api
JAMBI – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi diperkuat dengan pengerahan personel Manggala Agni dari sejuml
Read more
JAMBI – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi diperkuat dengan kedatangan helikopter MI-17 milik Skadron 31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) TNI AD. Armada udara ini disiapkan untuk membantu memadamkan titik api di kawasan Taman Nasional Berbak dan Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam.
Helikopter yang dikirim dari Semarang itu tiba di Jambi pada Sabtu (17/10). Satgas Karhutla merencanakan pengoperasian armada tersebut mulai Minggu (18/10), setelah menetapkan lokasi pendaratan dan kebutuhan personel untuk mendukung operasi.
Pelaksana Harian Satgas Karhutla Jambi, Brigjen TNI Nyamin, mengatakan koordinasi teknis akan dilakukan sebelum helikopter dan personel diterjunkan ke lokasi sasaran.
BACA JUGA:Api Masih Mengancam Sadu dan Berbak, Dandim Tanjabtim Desak Perusahaan Turun ke Lapangan
"Hari ini, MI-17 (helikopter) yang dikirim dari Semarang sudah sampai di sini dan rencana besok pagi kita operasionalkan," kata Nyamin di Posko Udara Kota Jambi, Sabtu.
Rapat pada Minggu dijadwalkan membahas area pendaratan, jumlah personel yang akan diangkut, serta kebutuhan operasional di lapangan. Selain helikopter, dukungan logistik juga disiapkan berupa mesin pompa, selang pemadam, dan tenda regu untuk memperkuat posko penanganan.
148 Personel Gabungan Disiapkan
Operasi penanganan karhutla kali ini melibatkan 148 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, dan Manggala Agni.
Personel akan difokuskan ke tiga wilayah yang menjadi sasaran penanganan. Dua lokasi berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yakni Desa Rantau Rasau dan Desa Sungai Rambut di Kecamatan Berbak, serta Desa Labuhan Pering di Kecamatan Sadu. Ketiganya berada di kawasan Taman Nasional Berbak.
Sementara itu, sasaran lainnya berada di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, yang masuk kawasan Tahura Orang Kayo Hitam.
Untuk tahap awal, penugasan personel darat direncanakan berlangsung sekitar satu minggu. Durasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemadaman di wilayah yang masih ditemukan titik api.
Danrem 042/Gapu itu menyebutkan, kondisi lapangan masih membutuhkan penanganan serius. Sejumlah titik api masih terpantau, sementara akses menuju lokasi kebakaran menjadi salah satu kendala terbesar bagi petugas.
Akses Sulit, Waterbombing Jadi Andalan
Sulitnya menjangkau lokasi kebakaran membuat pemadaman tidak bisa sepenuhnya mengandalkan operasi darat. Dalam kondisi tersebut, satgas memaksimalkan dukungan udara melalui metode waterbombing, yakni menjatuhkan air dari helikopter ke area yang terbakar.
Menurut Nyamin, pemadaman dilakukan melalui dua jalur sekaligus, yakni operasi darat dan udara. Bahkan, dua helikopter telah melakukan pemadaman melalui udara pada hari yang sama.
"Pemadaman kita kedua-duanya, darat dan udara, waterbombing masih kita lakukan, termasuk hari ini kan dua helikopter waterbombing melakukan pemadaman lewat udara," ujarnya.
Namun, pemadaman di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Air yang dijatuhkan dari udara umumnya membasahi lapisan permukaan, sedangkan bara api berpotensi masih bertahan di bagian bawah gambut.
Kondisi ini membuat pemadaman membutuhkan penanganan berkelanjutan. Operasi udara perlu diperkuat dengan upaya darat agar titik panas yang tersisa dapat ditemukan dan ditangani, terutama ketika akses menuju lokasi memungkinkan.
Lahan Terbakar Tembus 4.363 Hektare
Berdasarkan data Satgas Karhutla Provinsi Jambi, luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 16 Oktober 2026 mencapai 4.363,86 hektare.
BACA JUGA:Karhutla Jambi Meluas, 92 Personel Manggala Agni Dikerahkan ke Enam Titik Api
Besarnya luasan tersebut menjadi tantangan bagi tim gabungan untuk mempercepat pengendalian kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan gambut yang sulit dijangkau.
Kehadiran MI-17 diharapkan memperkuat mobilitas personel sekaligus mendukung operasi pemadaman dari udara. Meski demikian, efektivitas penanganan tetap bergantung pada koordinasi antartim, kecukupan peralatan, dan kemampuan menjangkau titik api hingga ke bagian lahan yang masih menyimpan bara.
Dengan operasi darat dan udara yang berjalan beriringan, Satgas Karhutla Jambi berupaya menekan penyebaran api di kawasan TN Berbak dan Tahura Orang Kayo Hitam serta mencegah bertambahnya luas lahan yang terbakar. (*)
JAMBI – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi diperkuat dengan pengerahan personel Manggala Agni dari sejuml
Read moreMUARASABAK – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) membutuhkan dukungan konkret da
Read moreJAMBI - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Lingkar Selatan II, dekat Toko Bangunan Central Jaya, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal M
Read moreJAMBI – Pemerintah menargetkan masa tunggu keberangkatan calon jemaah haji di Indonesia dapat dipangkas menjadi 14 hingga 16 tahun pada 2027. Up
Read moreMUARA BUNGO – Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, diproyeksikan memiliki peran strategis dalam penguatan pertahanan militer melalui rencana pembang
Read moreMUARASABAK – Potensi ekonomi dari pelayanan kesehatan pekerja perusahaan menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan Kabupaten Tanjung Ja
Read more