100 Ribu Hektare Sawit Jadi Potensi Besar, Tanjabtim Dorong Hilirisasi dan Investasi Pabrik Baru

Suasana salah satu pabrik minyak kelapa sawit
Suasana salah satu pabrik minyak kelapa sawit

MUARASABAK– Potensi perkebunan kelapa sawit Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang mencapai sekitar 100 ribu hektare membutuhkan dukungan industri pengolahan yang memadai. Keterbatasan jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) dinilai menjadi salah satu tantangan dalam mengoptimalkan penyerapan hasil perkebunan masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunnak) Tanjabtim, Riqo Yudawirja, S.Hut, mengungkapkan saat ini baru empat pabrik kelapa sawit yang beroperasi di daerah tersebut. Sementara dua pabrik lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Kondisi itu menyebabkan hasil tandan buah segar (TBS) petani belum seluruhnya terserap oleh industri pengolahan di dalam daerah. Sebagian produksi bahkan harus dipasarkan ke kabupaten lain.

BACA JUGA:Warsi Temukan 30 Perkebunan Sawit dan 14 PBPH Bersinggungan dengan Area Karhutla Jambi

Menurut Riqo, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena penjualan hasil perkebunan ke luar daerah turut memengaruhi perputaran uang dan nilai tambah ekonomi yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat Tanjabtim.

“Kalau buah sawit banyak dijual ke kabupaten lain, peredaran uangnya juga terjadi di daerah lain. Dampaknya, daya beli masyarakat kita bisa ikut terkoreksi,” ujarnya.

Ia menilai penambahan investasi di sektor industri pengolahan sawit menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan potensi perkebunan daerah.

Riqo mengatakan investasi tersebut diharapkan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memperluas aktivitas ekonomi petani, pelaku transportasi, hingga usaha kecil masyarakat.

“Dengan adanya investasi ini, kita berharap lapangan kerja semakin terbuka, daya beli masyarakat meningkat, dan transportasi TBS dari kebun ke pabrik menjadi lebih ringkas,” katanya.

Selain memperpendek jarak pengangkutan, bertambahnya jumlah pabrik kelapa sawit juga diharapkan menciptakan persaingan yang lebih kompetitif dalam pembelian TBS.

Dengan semakin banyak pilihan tempat penjualan, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam memasarkan hasil perkebunannya.

Menurut Riqo, persaingan antarpabrik berpotensi mendorong harga pembelian TBS yang lebih kompetitif sehingga memberikan keuntungan bagi petani.

“Kita harus melihat dari sisi positifnya. Semakin banyak pabrik, persaingan harga bisa semakin terbuka dan petani diharapkan mendapatkan manfaat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan industri pengolahan di dekat sentra perkebunan juga dapat mengurangi beban biaya transportasi. Hal ini penting mengingat luasnya wilayah perkebunan sawit di Tanjabtim.

Dengan jarak angkut yang lebih efisien, petani diharapkan dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil panen mereka.

Riqo juga menyoroti potensi penyerapan tenaga kerja formal dari bertambahnya industri pengolahan kelapa sawit.

BACA JUGA:DPRD Jambi Mulai Garap Raperda Larangan Sawit di Lahan Bekas Karhutla

Menurutnya, investasi di sektor perkebunan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi dan pengolahan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan aktivitas perdagangan, serta tumbuhnya usaha masyarakat menjadi bagian dari dampak ekonomi yang diharapkan muncul dari investasi tersebut.

Pemerintah daerah berharap bertambahnya investasi industri pengolahan sawit dapat memperkuat rantai ekonomi perkebunan di Tanjabtim. Dengan demikian, potensi komoditas unggulan daerah tidak hanya menghasilkan produksi perkebunan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (*)




Berita Terkait

BRI Peduli Kembangkan Urban Farming, Jurnalis Fellowship Ikut Menanam di BRInita Bandung

  BANDUNG – Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menghasilkan pangan secara mandiri. Mel

Read more

Beras Premium 5 Kg Sulit Ditemukan di Jambi, Ini Langkah Pemerintah

JAMBI – Masyarakat di sejumlah wilayah Kota Jambi mulai kesulitan memperoleh beras premium dalam kemasan 5 kilogram. Kondisi tersebut ditemukan

Read more

DPK BRI Tembus Rp1.580,7 Triliun, BRImo Dorong Pertumbuhan Transaksi Digital

JAKARTA - PT BANK Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.580,7 triliun hingga akhir Triwulan

Read more

BI Jambi Dorong Literasi Jadi Aksi, Gentala Arasi Fest 2026 Berhasil Libatkan 8.000 Pengunjung

JAMBI - Rangkaian Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi Jambi (Gentala Arasi) Fest 2026 resmi ditutup pada Minggu, 6 September 2026, oleh Kepala Perwaki

Read more

BPS Catat Ekspor Jambi Capai US$181,87 Juta, Impor Merosot 48,45 Persen

JAMBI - Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Jambi mengalami perubahan pada Juli 2026. Nilai ekspor asal Provinsi Jambi tercatat mengalami pe

Read more

Jangan Tergiur Untung Besar, BRI Dorong Masyarakat Lebih Cermat Pilih Investasi

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, teruta

Read more