Ilustrasi
MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) resmi mengajukan permintaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 350 posisi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Usulan ini difokuskan pada kebutuhan tenaga guru, menyusul tingginya angka pensiun guru setiap tahun yang berdampak pada ketersediaan tenaga pendidik di sekolah-sekolah negeri.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Tanjabtim, Angga Harisumartha, menekankan bahwa kebutuhan aparatur di berbagai bidang masih cukup besar. Namun, penentuan jumlah formasi CPNS disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
BACA JUGA:Gaji ke-13 ASN Sarolangun Tak Kunjung Cair, Beban Pegawai Tembus 46 Persen APBD!
“Jumlah ASN yang dibutuhkan memang masih banyak. Kami mengajukan 350 formasi, tetapi disesuaikan dengan kondisi anggaran dan prioritas sektor pendidikan,” jelas Angga, Kamis (29/6/2026).
Dari total formasi, posisi guru mendominasi karena rata-rata sekitar 100 guru ASN memasuki masa pensiun setiap tahun. Hal ini menuntut pemerintah daerah untuk segera menambah tenaga pengajar baru agar proses belajar-mengajar tetap berjalan optimal.
Selain guru, Pemkab Tanjabtim juga memasukkan formasi untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis perangkat daerah. Langkah ini bertujuan memastikan pelayanan publik tetap terjaga, termasuk di fasilitas kesehatan dan instansi pemerintahan lain yang memerlukan tenaga profesional.
Saat ini, usulan formasi CPNS masih menunggu proses verifikasi dan persetujuan dari KemenPAN-RB. Setelah resmi disetujui, pemerintah daerah akan menunggu jadwal tahapan seleksi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pendaftaran CPNS kemungkinan dibuka pada Agustus atau September 2026, dengan tahapan seleksi yang diproyeksikan berlangsung antara Oktober hingga November. Angga menambahkan, proses ini diperkirakan akan dimulai setelah seleksi PPPK Sekolah Rakyat rampung.
“Setelah tahapan PPPK selesai, seleksi CPNS di daerah kemungkinan baru dibuka. Kami berharap formasi yang diusulkan bisa segera direalisasikan agar kebutuhan tenaga pengajar dan aparatur lainnya terpenuhi,” tutupnya. (*)