BANYUASIN – Penyelesaian pembebasan lahan masih menjadi pekerjaan rumah utama dalam pembangunan ruas Jalan Tol Trans-Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi. Meski aktivitas konstruksi terus mengalami kemajuan, sejumlah bidang tanah yang belum tuntas masih menjadi hambatan bagi percepatan proyek.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PT Hutama Karya (Persero) memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui pertemuan bersama Bupati Banyuasin Askolani. Agenda tersebut membahas perkembangan pembangunan sekaligus langkah penyelesaian kendala pengadaan lahan pada ruas Tol Palembang-Betung dan Tol Betung-Tempino-Jambi yang melintasi wilayah Kabupaten Banyuasin.
Dalam pertemuan itu, Hutama Karya memaparkan sejumlah titik yang masih memerlukan perhatian khusus, termasuk akses simpang sebidang di kawasan Exit Tol Pangkalan Balai dan Exit Tol Betung. Keberadaan akses tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat dapat terhubung secara optimal dengan jaringan jalan tol yang tengah dibangun.
Selain menyampaikan progres pekerjaan, perusahaan pelat merah tersebut juga meminta dukungan pemerintah daerah dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan yang masih terjadi di lapangan.
Menanggapi hal itu, Bupati Banyuasin Askolani menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Menurutnya, keberadaan jalan tol akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin, lanjutnya, siap menjalin koordinasi dengan seluruh pihak terkait serta melakukan pemantauan secara berkala guna membantu penyelesaian kendala yang masih menghambat proses pembangunan.
Berdasarkan data terbaru, pembangunan Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 kilometer telah mencapai progres konstruksi sekitar 83 persen. Sementara itu, realisasi pengadaan lahannya telah menyentuh angka 87,45 persen.
Adapun pembangunan Tol Betung-Tempino-Jambi yang memiliki panjang 170,7 kilometer mencatat kemajuan konstruksi sebesar 59,47 persen, sedangkan pengadaan lahannya baru mencapai 69,18 persen.
Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyebut sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan instansi terkait menjadi kunci utama untuk mempercepat penyelesaian proyek.
Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam membantu mengatasi berbagai persoalan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan pembebasan lahan.
Menurut Hamdani, koordinasi yang berjalan baik diyakini mampu mempercepat penyelesaian pengadaan tanah sehingga pembangunan kedua ruas tol tersebut dapat diselesaikan sesuai target dan segera dimanfaatkan masyarakat.
Secara terpisah, Hutama Karya juga menghadiri rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terkait percepatan pengadaan lahan Tol Betung-Tempino-Jambi. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya yang melibatkan Kantor Staf Presiden terkait hambatan yang masih terjadi pada proyek strategis nasional tersebut.
Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husein menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembangunan ruas tol tersebut. Pihaknya siap membantu mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul, termasuk masalah pertanahan yang masih belum terselesaikan.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek guna mengidentifikasi langkah-langkah percepatan yang dapat diterapkan di lapangan.
Hutama Karya menilai Tol Betung-Tempino-Jambi memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan dan Jambi. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, ruas ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi logistik dan mendukung pertumbuhan kawasan ekonomi di Pulau Sumatera.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi lintas instansi yang terus diperkuat, proses pengadaan lahan maupun pembangunan konstruksi diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga manfaat jalan tol dapat segera dirasakan masyarakat. (*)