Tips Aman Mengakhiri Hubungan yang Tidak Sehat

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA-Mengakhiri hubungan yang tidak sehat tidak selalu mudah, meski seseorang sudah menyadari tanda-tanda bahaya. Psikolog klinis Dra. A. Kasandra Putranto menekankan bahwa prioritas utama adalah keselamatan diri, terutama jika hubungan tersebut mengandung perilaku agresif, mengintimidasi, atau bersifat kontrol koersif.

Menurut Kasandra, korban yang berada dalam hubungan semacam ini sering kesulitan mengambil keputusan secara mandiri karena tekanan emosional dan penurunan rasa percaya diri. Oleh karena itu, membangun sistem pendukung menjadi langkah awal yang penting. Individu dianjurkan untuk memberi tahu keluarga, teman dekat, atau orang terpercaya sebelum mengambil langkah mengakhiri hubungan.

“Jika pasangan pernah menunjukkan perilaku agresif atau manipulatif, lakukan pemutusan hubungan di tempat yang aman dan bila perlu dengan pendampingan orang yang dipercaya,” jelas Kasandra.

Selain itu, korban disarankan mengikuti konseling profesional untuk memahami masalah dalam hubungan, meningkatkan kepercayaan diri, dan menyusun rencana aman untuk meninggalkan pasangan.

Psikolog itu juga menekankan pentingnya menetapkan batasan yang tegas dan jelas. Menyampaikan keputusan tanpa memberi harapan ambigu dapat mengurangi risiko manipulasi emosional dari pasangan. Hindari debat saat menyampaikan keputusan, karena pasangan yang agresif mungkin mencoba menggunakan rasa bersalah, ancaman, atau janji untuk mempertahankan hubungan.

“Fokus pada keputusan yang telah ditetapkan demi keselamatan dan kesejahteraan diri sendiri,” tambah Kasandra.

Pendekatan ini menjadi kunci bagi siapa pun yang ingin keluar dari hubungan yang merugikan secara emosional dan fisik, sekaligus menjaga keamanan diri dan kesehatan mental. (*)




Berita Terkait

Tips Aman Mengakhiri Hubungan yang Tidak Sehat

JAKARTA-Mengakhiri hubungan yang tidak sehat tidak selalu mudah, meski seseorang sudah menyadari tanda-tanda bahaya. Psikolog klinis Dra. A. Kasandra

Read more