Jambi Siap Gunakan Biodiesel B50, Masyarakat Diimbau Tak Khawatir Karena Aman untuk Kendaraan

Ilustrasi BBM B50
Ilustrasi BBM B50

JAMBI – Provinsi Jambi menyatakan kesiapan menerapkan penggunaan biodiesel B50 sebagai bahan bakar ramah lingkungan. Masyarakat diimbau tidak khawatir karena bahan bakar campuran tersebut telah melalui serangkaian uji kelayakan sebelum dipasarkan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz, mengatakan berdasarkan informasi dari pihak penyalur, kualitas B50 dinilai lebih baik dibandingkan biodiesel B40.

"Berdasarkan keterangan dari pihak yang telah menyalurkan B50, bahan bakar tersebut lebih baik dari B40," kata Hafiz di Jambi, Senin.

Menurut dia, B50 memiliki kualitas yang lebih baik, baik dari sisi karakteristik fisik maupun dampaknya terhadap performa mesin kendaraan. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir menggunakannya.

Hafiz menjelaskan, saat ini distribusi B50 masih diprioritaskan untuk wilayah Jawa. Penyalurannya ke seluruh daerah, termasuk Provinsi Jambi, ditargetkan mulai merata pada akhir Juli.

Selain ramah terhadap mesin kendaraan, penggunaan B50 juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), sehingga mendukung program kemandirian energi nasional.

"Penggunaan B50 mampu mengurangi ketergantungan impor bahan bakar dari luar. Saya kira itu sangat baik untuk membangun kemandirian energi kita," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Merangin Muhammad Syukur menilai program B50 merupakan terobosan pemerintah dalam menekan impor bahan bakar berbasis fosil sekaligus memperkuat hilirisasi industri kelapa sawit sebagai penopang kemandirian energi nasional.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku industri agar komoditas sawit tidak hanya memberikan nilai ekonomi tinggi, tetapi juga memperkuat sektor perkebunan nasional melalui kebijakan, inovasi, dan pengembangan yang berpihak kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, jumlah pelaku usaha perkebunan di daerah itu mencapai sekitar 271 ribu orang. Pada tahun yang sama, luas perkebunan kelapa sawit di Jambi tercatat hampir 1,2 juta hektare dengan produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) lebih dari 2,7 juta ton.

"Kita juga ingin menjadikan sawit sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan rakyat pedesaan, sekaligus menjawab tantangan global terkait keberlanjutan," kata Syukur. (*)




Berita Terkait

Kapal Terlambat, Pertalite di Jambi Sempat Langka; DPR Minta Pertamina Perkuat Cadangan Stok

JAMBI – Kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Kota Jambi dipicu keterlambatan pasokan dari Terminal BBM

Read more

Kelangkaan Solar di Kerinci Diduga Akibat Penyaluran ke PETI

KERINCI– Kelangkaan solar bersubsidi yang belakangan dikeluhkan masyarakat diduga bukan semata akibat tingginya kebutuhan. Di balik antrean panj

Read more

Dewan Usul Nonaktifkan Barcode MyPertamina untuk Kendaraan Penunggak Pajak

JAMBI – Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah mengusulkan agar barcode MyPertamina milik kendaraan yang menunggak pajak dinonaktifkan. Langk

Read more

Dewan Tak Mau WTP Jadi Tameng, Desak OPD Tuntaskan Temuan BPK yang Masih Tertinggal

JAMBI – Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ternyata belum cukup menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan Pemerintah Provinsi Jambi benar-benar

Read more

ASN Pemkot Jambi Diizinkan Absen Lapangan untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

JAMBI–Pemerintah Kota Jambi memberikan dispensasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jambi untuk mengantarkan anak pada har

Read more

Jangan Kaget, Jambi Masih Bisa Diguyur Hujan Meski Sudah Masuk Kemarau

JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi meminta masyarakat di Provinsi Jambi untuk tetap mengantisipasi

Read more