Karhutla di Perbatasan Jambi-Sumsel Berhasil Dipadamkan, Aparat Selidiki Penyebab Kebakaran

Petugas melakukan pendinginan pasca-kebakaran lahan di wilayah perbatasan Kabupaten Muaro Jambi Musi Banyu Asin
Petugas melakukan pendinginan pasca-kebakaran lahan di wilayah perbatasan Kabupaten Muaro Jambi Musi Banyu Asin

JAMBI-Tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Meski api telah dipadamkan, petugas masih bertahan di lokasi untuk melakukan pendinginan sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

Kebakaran terjadi di sekitar Dusun Air Merah, Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Operasi pemadaman melibatkan personel BPBD Provinsi Jambi, BPBD Kabupaten Muaro Jambi, TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat setempat.

BACA JUGA:156 Titik Panas Kepung Sarolangun, Bupati Hurmin Minta Seluruh Wilayah Siaga Karhutla

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, mengatakan api telah berhasil dipadamkan dan saat ini petugas memfokuskan upaya pada proses pendinginan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Menurutnya, luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan. Namun, lokasi kebakaran dipastikan berada di lahan mineral yang letaknya berdekatan dengan kawasan gambut, sehingga berpotensi menimbulkan risiko lebih besar apabila api tidak segera dikendalikan.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (15/7) siang. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi dan berhasil menjinakkan kobaran api pada Kamis (16/7).

Selain memastikan kondisi benar-benar aman, aparat penegak hukum juga mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Investigasi dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus mencegah terulangnya kasus serupa.

Data BPBD Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan, sepanjang tujuh bulan terakhir telah terjadi 10 kasus karhutla di wilayah tersebut. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan kosong dengan total area terdampak mencapai sekitar sembilan hektare.

BACA JUGA:Darurat Karhutla di Jambi! 81 Posko Siaga Pantau Ribuan Titik Panas, Warga Diminta Waspada!

Meski luasan kebakaran dinilai masih terbatas, ancaman karhutla tetap menjadi perhatian serius. Pasalnya, apabila api merembet ke lahan gambut, proses pemadaman akan jauh lebih sulit dan dampak lingkungan yang ditimbulkan bisa semakin besar. Keberhasilan tim gabungan mengendalikan api secara cepat dinilai mampu mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas. (*)




Berita Terkait

Jambi Siaga Karhutla, Pesawat Cessna Disiapkan untuk Patroli dan Modifikasi Cuaca

JAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi semakin meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau. Untuk memperkuat

Read more

Karhutla Kembali Terjadi di Tanjabtim, 4,5 Hektare Lahan Gambut Terbakar dalam Hitungan Jam

MUARASABAK – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Dalam waktu kurang dari sa

Read more

Karhutla Kembali Mengganas di Muaro Jambi, Lima Hektare Lahan Terbakar, Water Bombing Dikerahkan

MUARO JAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Kabupaten Muaro Jambi. Sedikitnya sekitar lima hektare lahan semak

Read more

Yamaha Flagship Shop Jambi Hadirkan Promo Spesial Hari Bhayangkara

JAMBI - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, Yamaha Flagship Shop (FSS) Jambi menghadirkan serangkaian program spesial selama bulan Juli 2026 y

Read more

BPJS Ketenagakerjaan Resmi Diluncurkan Program PEKA di Jambi

JAMBI - BPJS Ketenagakerjaan Jambi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan peserta da

Read more

Soroti Celah Kebocoran PAD, DPRD Sungai Penuh Desak Akhiri Retribusi Manual

SUNGAI PENUH – Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh mengarahkan perhatian serius terhadap sistem pengelolaan retribusi daerah yang hingga kini masih

Read more