Edukasi Sejak Dini Dinilai Jadi Kunci Menekan Tingginya Kasus Gangguan Gigi Anak

Aloclair Plus dengan KPPIKG (Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) gelar program
Aloclair Plus dengan KPPIKG (Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) gelar program "Speak Up & Smile Updengan" edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada siswa

JAKARTA-Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Di tengah tingginya angka gangguan kesehatan gigi, kalangan akademisi menilai edukasi sejak usia dini menjadi langkah paling efektif untuk mencegah masalah yang lebih serius di masa depan.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D., PBO, menegaskan bahwa pembiasaan menjaga kesehatan gigi tidak cukup dilakukan sesekali, melainkan harus ditanamkan secara konsisten sejak anak masih kecil.

BACA JUGA:Poltekkes Kemenkes Jambi Hadirkan Kartu Nutrisi Gigi Sehat di Desa Penyengat Olak

Menurutnya, kesehatan rongga mulut memiliki dampak yang jauh melampaui aspek medis. Kondisi gigi yang sehat turut menentukan kenyamanan anak saat makan, berbicara, belajar, hingga membangun interaksi sosial dan rasa percaya diri.

Urgensi edukasi tersebut diperkuat oleh hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementerian Kesehatan RI yang menunjukkan 57 persen penduduk berusia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi dan mulut. Ironisnya, hanya sekitar 11,2 persen atau sekitar tiga juta orang yang mencari pengobatan, mencerminkan masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap penanganan kesehatan gigi secara tepat.

Situasi itu mendorong perlunya penguatan program promotif dan preventif agar berbagai gangguan kesehatan gigi dapat dicegah sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menjalankan Program Gigi Anak Sehat (GAS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak melalui pendekatan pencegahan dan edukasi berkelanjutan.

Mewakili Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur, Kepala Seksi SDMK Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr. Farhannuddin, M.H., menyatakan bahwa investasi kesehatan gigi sejak dini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak. Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dan sektor swasta dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 turut dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kampanye kesehatan gigi melalui program "Speak Up & Smile Up" yang digelar PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya, PT Hexpharm Jaya Laboratories, bersama Aloclair Plus dan FKG UI. Kegiatan berlangsung di SDN Utan Kayu Utara 01, Jakarta Timur.

Sebanyak 501 siswa mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari penyuluhan kesehatan gigi, pemeriksaan, sikat gigi bersama, aplikasi fluoride, hingga kegiatan literasi dan dongeng. Sekitar 200 dokter gigi terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Selain menanamkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi, kegiatan itu juga dirancang untuk membangun keberanian anak dalam menyampaikan pendapat, meningkatkan empati, serta memperkuat rasa percaya diri melalui lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang mereka.

BACA JUGA:Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

Pharma Deputy Director PT Hexpharm Jaya Laboratories, Apt. Feri, S.Farm., mengatakan kesehatan gigi dan mulut merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak. Menurutnya, anak yang terbebas dari gangguan pada rongga mulut akan lebih leluasa belajar, bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan pikiran maupun perasaannya.

Kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan dunia usaha dinilai menjadi salah satu pendekatan yang diperlukan untuk memperluas edukasi kesehatan gigi sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. (*)




Berita Terkait

Edukasi Sejak Dini Dinilai Jadi Kunci Menekan Tingginya Kasus Gangguan Gigi Anak

JAKARTA-Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Di tengah tingginya angka g

Read more

SDN 47 Jambi Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Semangat Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

JAMBI– SDN 47 Kota Jambi memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 dengan penuh antusias dan suasana penuh keceriaan. Kegiatan yang berla

Read more

Anak Korban Kekerasan Bukan Tak Mau Bicara, Mereka Butuh Rasa Aman untuk Berani Melapor

JAKARTA– Banyak anak korban kekerasan memilih diam bukan karena tidak ingin ditolong, melainkan karena merasa tidak memiliki tempat yang aman un

Read more

Jangan Biarkan Permainan Tradisional Kalah oleh Gawai, Karakter Anak Dipertaruhkan

JAKARTA– Gempuran teknologi digital tidak boleh membuat permainan tradisional hilang dari kehidupan anak-anak Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadl

Read more

Jangan Salah Tindakan! Cara Tepat Memberikan Bantuan Hidup Dasar pada Korban Henti Jantung

JAKARTA– Banyak orang masih mengira semua korban kecelakaan membutuhkan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Padahal, tindakan penyelamatan ini hanya dila

Read more

Indonesia Diminta Berhenti Jadi Pasar AI, Wamenkomdigi Dorong Penguatan Infrastruktur

JAKARTA-StrategisPemerintah mengingatkan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI

Read more