Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Danrem 042/Garuda Putih Bagikan Masker

Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI M. Nyamin membagikan masker kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan di Jambi, Senin (24/8/2026).
Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI M. Nyamin membagikan masker kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan di Jambi, Senin (24/8/2026).

JAMBI– Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai dirasakan masyarakat seiring munculnya asap yang memengaruhi kenyamanan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap dapat menurunkan kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Di tengah situasi tersebut, jajaran TNI turut mengambil langkah untuk membantu masyarakat menghadapi dampak asap Karhutla. Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI M. Nyamin, S.I.P., M.M., turun langsung menemui warga dan membagikan masker kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di jalan, khususnya para pengendara kendaraan bermotor, Senin (24/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya sederhana untuk membantu masyarakat melindungi diri dari paparan asap dan partikel udara yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

BACA JUGA:Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Jambi Masuk Level Sangat Tidak Sehat

Pembagian masker menyasar warga yang tetap harus melakukan perjalanan dan menjalankan aktivitas di luar rumah. Para pengendara yang melintas diberikan masker sebagai perlindungan tambahan mengingat mereka berhadapan langsung dengan kondisi udara di ruang terbuka.

Danrem 042/Garuda Putih mengatakan, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan dampak Karhutla.

“Kami melakukan aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Masker ini diharapkan dapat membantu melindungi warga, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan, dari paparan asap dan partikel yang dapat mengganggu kesehatan,” ujar Brigjen TNI M. Nyamin.

Menurutnya, persoalan Karhutla tidak berhenti pada persoalan munculnya titik api maupun proses pemadaman. Kebakaran hutan dan lahan juga membawa konsekuensi terhadap masyarakat, salah satunya melalui penurunan kualitas udara akibat asap yang ditimbulkan.

Karena itu, penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Selain melakukan pencegahan dan pemadaman, langkah untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan masyarakat juga perlu menjadi perhatian selama wilayah tertentu masih terdampak asap.

Brigjen TNI M. Nyamin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi udara ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah diimbau untuk mengurangi aktivitas di ruang terbuka, terutama ketika kondisi udara mulai dipenuhi asap.

Sementara bagi masyarakat yang tetap harus bepergian, penggunaan masker dinilai menjadi salah satu langkah perlindungan diri yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan langsung terhadap udara yang tercemar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan yang dirasa tidak perlu. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar, gunakan masker sebagai salah satu upaya perlindungan diri. Mari kita tumbuhkan bersama kesadaran dan kewaspadaan agar dampak asap Karhutla terhadap kesehatan dapat kita minimalisir,” katanya.

Selain mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, Danrem juga menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak awal.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut memiliki risiko besar apabila api tidak terkendali, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan kering sehingga api dapat dengan cepat menjalar ke area lain.

Warga juga diharapkan tidak bersikap pasif ketika menemukan adanya indikasi kebakaran. Apabila melihat titik api atau mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin.

Pencegahan dinilai menjadi langkah penting karena semakin cepat potensi kebakaran diketahui, semakin besar pula peluang untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan dampak berkepanjangan.

Upaya menghadapi Karhutla sendiri membutuhkan kerja sama berbagai pihak. TNI bersama pemerintah daerah, kepolisian, instansi terkait, serta masyarakat terus didorong untuk memperkuat langkah pencegahan melalui patroli, pemantauan wilayah rawan, sosialisasi, hingga penanganan apabila kebakaran ditemukan.

Sinergi tersebut menjadi semakin penting ketika musim kemarau menciptakan kondisi yang lebih mudah memicu terjadinya kebakaran. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga menjadi salah satu faktor utama untuk menekan potensi munculnya titik api.

Aksi pembagian masker yang dilakukan Danrem 042/Garuda Putih menjadi salah satu bentuk respons langsung terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa penanganan Karhutla bukan hanya mengenai bagaimana api dipadamkan, tetapi juga bagaimana masyarakat tetap terlindungi dari dampak yang ditimbulkan.

TNI mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran. Dengan pencegahan yang dilakukan sejak tingkat masyarakat, potensi meluasnya Karhutla diharapkan dapat ditekan.

BACA JUGA:ISPA Tembus 15,6 Juta Kasus, Kemenkes Ingatkan Ancaman Asap Karhutla dan Cuaca Kering

Masyarakat juga diharapkan tetap memperhatikan kondisi udara dan menjaga kesehatan selama asap masih berpotensi mengganggu aktivitas. Penggunaan masker ketika berada di luar ruangan, mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan menjadi langkah yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Melalui kolaborasi antara aparat, pemerintah dan masyarakat, penanganan Karhutla diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Tidak hanya untuk mengendalikan kebakaran yang terjadi, tetapi juga untuk mencegah munculnya kebakaran baru dan mengurangi dampaknya terhadap kesehatan serta kehidupan sosial masyarakat.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kepedulian semua pihak, kondisi lingkungan diharapkan dapat kembali membaik sehingga masyarakat Jambi dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, nyaman, dan terbebas dari gangguan asap Karhutla. (*)




Berita Terkait

Kabut Asap Belum Mereda, Pemkot Jambi Perpanjang PJJ untuk Siswa TK hingga SMP

JAMBI — Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP akib

Read more

Kebakaran di Jalur Jelajah Gajah Tebo Disorot, DPRD Desak Satgas Gakkum Bongkar Penyebabnya

JAMBI — Kebakaran lahan di Kabupaten Tebo kembali memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan kawasan yang bersinggungan dengan habitat gajah

Read more

Peluang Hujan Muncul di Jambi, Satgas Karhutla Harap Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil

JAMBI – Harapan meredanya kabut asap di Provinsi Jambi mulai terbuka. Sejumlah wilayah diprakirakan diguyur hujan dalam dua hari ke depan, di sa

Read more

Polisi Ungkap Tawuran Maut di WTC Jambi, 13 Orang Diamankan

JAMBI – Aksi tawuran antarkelompok remaja bermotor di kawasan Kompleks Pertokoan WTC, Jalan Sultan Thaha, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, berakhir

Read more

Tol Bayung Lencir-Muara Sebapo–Simpang Ness Segera Bertarif, Ini yang Harus Disiapkan Pengguna

JAMBI –Era melintas gratis di Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi Bayung Lencir–Simpang Ness segera berakhir. PT Hutama Karya

Read more

Kemenhaj Jambi Ingatkan Warga Waspadai Paket Umrah Murah, Jangan Mudah Tergiur

JAMBI—Masyarakat Kota Jambi diminta lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan yang menawarkan paket ibadah umrah, khususnya jika harga ya

Read more