Kabut Asap Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP di Kota Jambi Belajar dari Rumah

Walikota Jambi Maulana saat memberikan buku kepada siswa SD di Kota Jambi.
Walikota Jambi Maulana saat memberikan buku kepada siswa SD di Kota Jambi.

JAMBI — Pemerintah Kota Jambi memutuskan mengubah pola pembelajaran bagi seluruh siswa jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP menyusul kondisi kualitas udara yang semakin mengkhawatirkan akibat kabut asap.
Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, yakni 26 hingga 28 Agustus 2026.

Selama periode itu, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, tetapi siswa tidak datang ke sekolah dan mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah.
Juru Bicara Pemkot Jambi, Saleh Ridho, membenarkan keputusan tersebut.

BACA JUGA:Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Danrem 042/Garuda Putih Bagikan Masker

Menurutnya, penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan udara tidak sehat terhadap peserta didik.
“Jenjang PAUD, TK, SD dan SMP dilakukan pembelajaran daring atau online,” ujar Saleh, Selasa (25/8/2026) malam.

Ia menekankan, perubahan metode pembelajaran tersebut tidak sama dengan pemberian libur sekolah. Siswa tetap harus mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal dan ketentuan yang ditetapkan masing-masing satuan pendidikan.

“Kita terapkan PJJ, bukan libur,” tegasnya.
Selain mengalihkan pembelajaran ke sistem daring, Pemkot Jambi juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak selama berada di rumah. Anak-anak diharapkan tidak melakukan kegiatan di luar ruangan selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.

Imbauan tersebut terutama ditujukan untuk mengurangi potensi paparan polutan udara terhadap anak-anak yang dinilai lebih rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.
Pemkot Jambi selanjutnya akan mengevaluasi kondisi tersebut berdasarkan perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA:Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Jambi Masuk Level Sangat Tidak Sehat

Hasil pemantauan akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah PJJ perlu diperpanjang atau pembelajaran tatap muka kembali diterapkan.
Di tengah kondisi udara yang belum membaik, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Perlindungan terhadap kesehatan anak menjadi pertimbangan utama pemerintah selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Kota Jambi. (*)




Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Jambi Masuk Level Sangat Tidak Sehat

JAMBI — Kota Jambi kembali berhadapan dengan persoalan serius kualitas udara. Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan pada Senin pagi (24/8/2026

Read more

BMKG Prakirakan Jambi Berawan, Potensi Hujan Tetap Perlu Diwaspadai

JAMBI — Kondisi cuaca di Provinsi Jambi pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan cukup beragam dengan sejumlah wilayah mengalami cuaca berawan

Read more

Maulana Buka Suara soal Mundurnya Sugiyono dan Nanang, Sebut Pilihan Karier ASN

JAMBI–Mundurnya dua pejabat penting di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi bukan karena persoalan kinerja maupun konflik internal. W

Read more

Sugiyono Akhirnya Buka Suara Terkait Mundur dari Kadisdik Jambi, Begini Penjelasannya

JAMBI – Teka-teki di balik kabar pengunduran diri Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Jambi, Sugiyono, akhirnya terjawab. Sugiyono membenark

Read more

Sugiyono Tiba-tiba Mundur, Kemas Faried Buka Suara soal Hubungan DPRD dan Disdik Jambi

JAMBI – Pengunduran diri Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Jambi, Sugiyono, memunculkan tanda tanya di tengah publik. Pasalnya, keputusan

Read more

Pejabat Mundur Lagi, Pengamat Minta Maulana Buka Terang Alasan Sebenarnya

JAMBI–Rentetan pengunduran diri pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mulai memunculkan pertanyaan yang lebih serius. Pengamat Ke

Read more