Kepala Kanwil Imigrasi Jambi Petrus Teguh Aprianto
JAMBI – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi tengah melakukan penelusuran terkait dugaan kasus kekerasan yang dialami seorang perempuan asal Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, yang disebut terjadi saat berada di Malaysia. Langkah tersebut dilakukan setelah beredarnya video yang memperlihatkan kondisi korban dan menjadi perhatian publik.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jambi, Petrus Teguh Aprianto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo untuk melakukan pendalaman informasi guna memastikan fakta yang sebenarnya.
Menurut Petrus, hasil penelusuran awal menunjukkan perempuan dalam video tersebut merupakan warga Desa Lubuk Mayang, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo. Namun, pihak imigrasi masih terus mengumpulkan data tambahan terkait keberadaan dan status keberangkatannya ke luar negeri.
Dari pemeriksaan database keimigrasian, nama yang bersangkutan tidak tercatat pernah mengajukan atau memperoleh paspor melalui Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bungo maupun kantor imigrasi lainnya yang berada di wilayah Provinsi Jambi.
Saat ini, petugas imigrasi juga melakukan komunikasi dengan pihak keluarga untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi korban serta kronologi keberangkatannya ke Malaysia.
Petrus menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang diduga menimpa warga tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penelusuran hingga diperoleh informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di sisi lain, Imigrasi Jambi mengingatkan masyarakat yang ingin bekerja atau melakukan aktivitas di luar negeri agar selalu menempuh jalur resmi dan melengkapi dokumen perjalanan sesuai aturan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan hukum serta memudahkan proses penanganan apabila terjadi permasalahan di negara tujuan.
Kasus ini mencuat setelah sebuah video berdurasi sekitar satu setengah menit beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang perempuan menunjukkan sejumlah luka memar di tubuhnya yang diduga akibat tindak kekerasan saat bekerja di Malaysia.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penelusuran dan belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait penyebab maupun pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. (*)