Sengketa Lahan 3,5 Hektare di Parit Culum II Tanjabtim, Warga Blokir Akses PT Permata Andalan Sawit

Terlihat masyarakat yang menutup akses jalan menuju PT. PAS yang berada di Kelurahan Parit Culum II, Kecamatan Muara Sabak Barat terkait dengan sengketa lahan. Terlihat aparat kepolisian, Babinsa serta pihak perusahaan yang mencoba memediasi masyarakat
Terlihat masyarakat yang menutup akses jalan menuju PT. PAS yang berada di Kelurahan Parit Culum II, Kecamatan Muara Sabak Barat terkait dengan sengketa lahan. Terlihat aparat kepolisian, Babinsa serta pihak perusahaan yang mencoba memediasi masyarakat

MUARASABAK – Sengketa lahan seluas sekitar 3,5 hektare di Kelurahan Parit Culum II, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kembali memanas. Akses menuju area PT Permata Andalan Sawit (PAS) bahkan diblokir warga pada Senin (14/9) sebagai bentuk protes atas penggunaan lahan yang diklaim masih menjadi hak keluarga Usman.

Persoalan ini tidak sekadar menyangkut batas tanah. Di balik konflik tersebut terdapat pertanyaan yang hingga kini belum terjawab secara tuntas: siapa pemilik sah lahan yang kini digunakan sebagai akses menuju kawasan perusahaan?

BACA JUGA:80 Persen Karhutla di Jambi Diduga Sengaja Dibakar

Keluarga Usman bersikukuh memiliki dasar penguasaan atas lahan tersebut melalui surat segel yang diterbitkan pada 2003. Mereka menyatakan tidak pernah menjual, mengalihkan, maupun melepaskan tanah itu kepada PT PAS ataupun pihak lain.

“Kami tidak pernah merasa menjual kepada siapa pun. Suratnya masih ada pada kami,” kata Usman.

Keluarga tersebut mempertanyakan bagaimana lahan yang mereka klaim sebagai milik keluarga kemudian dapat masuk dalam proses pembebasan dan digunakan sebagai akses perusahaan.

Mereka meminta seluruh rantai dokumen tanah dibuka dan diperiksa, mulai dari riwayat penguasaan, dokumen batas, hasil pengukuran, dasar pelepasan hak hingga dokumen pembebasan lahan.

Menurut Usman, persoalan tersebut sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Berbagai upaya penyelesaian telah ditempuh, mulai dari pembicaraan secara kekeluargaan, melalui kelembagaan adat, hingga mediasi di tingkat kelurahan.

Namun, penyelesaian belum menemukan titik temu.

Salah satu persoalan yang dipersoalkan keluarga Usman adalah belum jelasnya dasar dokumen yang digunakan oleh pihak lain untuk mengklaim lahan tersebut. Dalam pertemuan sebelumnya, para pihak disebut diminta membawa dokumen asli masing-masing sebagai bahan pembuktian.

Usman mengaku pihaknya telah membawa dokumen yang mereka miliki. Namun, menurut dia, dokumen yang menjadi dasar klaim pihak lain belum diperlihatkan secara terbuka.

BACA JUGA:Karhutla Sungai Aur Terkendali, Petugas Masih Lakukan Pendinginan

Karena itu, keluarga Usman mendorong penyelesaian tidak berhenti pada perdebatan dokumen di meja pertemuan. Mereka meminta pemerintah kelurahan dan instansi pertanahan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran dan pematokan ulang.

“Kami minta dari kelurahan turun ke lapangan untuk menentukan batas tanah. Tetapi sampai sekarang belum juga turun,” ujarnya. (*)




Berita Terkait

Sengketa Lahan 3,5 Hektare di Parit Culum II Tanjabtim, Warga Blokir Akses PT Permata Andalan Sawit

MUARASABAK – Sengketa lahan seluas sekitar 3,5 hektare di Kelurahan Parit Culum II, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Read more

80 Persen Karhutla di Jambi Diduga Sengaja Dibakar

JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi masih menghadapi persoalan serius terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari total 2.975 hektare area

Read more

Karhutla Sungai Aur Terkendali, Petugas Masih Lakukan Pendinginan

MUARO JAMBI – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, masih berlanjut

Read more

Kopi Kerinci Didorong Masuk Pasar Global, Ekspor ke Kanada dan Malaysia Capai 14 Ton

KERINCI — Kopi Kerinci mulai didorong naik kelas. Pemerintah Provinsi Jambi tak ingin komoditas unggulan tersebut berhenti sebagai hasil perkebu

Read more

Kebakaran di Jalur Jelajah Gajah Tebo Disorot, DPRD Desak Satgas Gakkum Bongkar Penyebabnya

JAMBI — Kebakaran lahan di Kabupaten Tebo kembali memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan kawasan yang bersinggungan dengan habitat gajah

Read more

Kejar Potensi PAD, Samsat Tanjabtim Minta Kendaraan Operasional Perusahaan Dimutasikan

MUARASABAK — Aktivitas perusahaan berlangsung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, jalan daerah digunakan setiap hari, tetapi sebagian kendaraan o

Read more