Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Solihin

Empat Kecamatan di Batang Hari Masuk Zona Rawan Karhutla, BPBD Perkuat Upaya Pencegahan

Posted on 2026-06-22 19:45:09 dibaca 79 kali

BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat musim kemarau. Upaya pencegahan dilakukan melalui berbagai program mitigasi guna meminimalkan risiko munculnya titik api di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Berdasarkan hasil pemetaan dan evaluasi terbaru yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, terdapat empat kecamatan yang masuk dalam kategori daerah dengan risiko tinggi terhadap kejadian karhutla. Penetapan status tersebut didasarkan pada catatan kejadian kebakaran yang hampir setiap tahun ditemukan di sejumlah lokasi dalam wilayah tersebut.

Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Solihin, menjelaskan bahwa empat kecamatan yang menjadi perhatian khusus pemerintah daerah adalah Kecamatan Maro Sebo Ulu, Muara Bulian, Pemayung, dan Bajubang. Keempat wilayah tersebut dinilai memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi karena luasnya kawasan perkebunan dan hutan yang tersebar di daerah tersebut.

Menurut Solihin, beberapa lokasi di wilayah itu telah berulang kali mengalami kejadian kebakaran lahan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi BPBD untuk meningkatkan pengawasan serta memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

“Wilayah-wilayah ini masuk kategori risiko tinggi karena hampir setiap tahun ditemukan kasus kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik. Oleh sebab itu, perlu perhatian dan langkah penanganan yang lebih serius,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk Kecamatan Muara Bulian, salah satu kawasan yang menjadi fokus pengawasan adalah area Taman Hutan Raya (Tahura) Senami yang memiliki vegetasi cukup luas dan rentan terhadap kebakaran saat musim kering. Sementara di Kecamatan Bajubang, daerah yang kerap menjadi perhatian berada di kawasan Desa Bungku.

Selain itu, Kecamatan Maro Sebo Ulu dan Pemayung juga memiliki karakteristik wilayah yang didominasi lahan perkebunan serta kawasan hutan yang cukup luas. Sebagian lahan tersebut merupakan milik masyarakat, sedangkan sebagian lainnya dikelola oleh perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan kehutanan.

Menghadapi potensi ancaman tersebut, BPBD Batang Hari terus menggencarkan berbagai kegiatan pencegahan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Sosialisasi ini dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Tidak hanya itu, BPBD juga membangun koordinasi yang lebih intensif dengan kelompok masyarakat peduli api, pemerintah desa, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan karhutla. Kerja sama lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat upaya pencegahan sekaligus memperkuat deteksi dini apabila muncul titik api.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Berbagai peralatan pemadam kebakaran serta perlengkapan pendukung lainnya telah disiapkan untuk mendukung respons cepat ketika terjadi kebakaran di lapangan.

BPBD menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam menekan dampak karhutla, terutama menjelang puncak musim kemarau. Dengan dukungan masyarakat dan seluruh pihak terkait, pemerintah berharap jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Batang Hari dapat ditekan seminimal mungkin.

Melalui langkah-langkah mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan karhutla dapat terhindar dari kebakaran besar yang berpotensi menimbulkan kerugian lingkungan, ekonomi, maupun kesehatan masyarakat. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx