Aktifitas PETI di Sungai Batanghari menyebabkan ekosistem sungai rusak dan dikeluhkan warga Jambi

Aktivitas PETI di Sungai Batanghari Ancaman Serius bagi Populasi Ikan

Posted on 2026-06-25 06:59:11 dibaca 146 kali

JAMBI-Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, disebut menimbulkan ancaman serius terhadap ekosistem Sungai Batanghari. Peneliti ikan dan dosen Biologi Universitas Jambi, Tedjo Sukmono, mengungkap bahwa penggunaan mesin dompeng untuk mengeruk dasar sungai berdampak langsung pada habitat ikan.

“Penyedotan dasar sungai dengan mesin ini mengaduk pasir dan lumpur sehingga tempat tinggal alami biota air ikut hilang,” ujar Tedjo, Rabu (24/6).

Menurutnya, aktivitas ilegal ini sudah menjadi perhatian publik sejak 2012 dan cenderung meningkat. Selain metode lobang jarum, penggunaan dompeng menyebabkan kekeruhan air yang semakin pekat sehingga cahaya matahari hanya mampu menembus sekitar 15 cm ke dalam air, padahal tiga tahun lalu masih mencapai 30 cm. Kondisi ini mengganggu fotosintesis dan kadar oksigen terlarut yang dibutuhkan ikan.

Dampak lain dari PETI adalah menyusutnya spesies ikan di Sungai Batanghari. Data penelitian mahasiswa terbaru menunjukkan dari sekitar 300 spesies pada 1986–1994, kini hanya tersisa sekitar 135 spesies.

Tedjo menekankan perlunya aksi nyata dari berbagai pihak untuk menyelamatkan Sungai Batanghari. “Diperlukan gerakan sosial, pengelolaan terintegrasi, dan rencana konservasi bersama agar ekosistem sungai tetap lestari,” ujarnya.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jambi juga menyoroti maraknya PETI di aliran sungai, terutama di Kecamatan Sumay. Ratusan rakit tambang ilegal tercatat masih beroperasi, yang menurut Walhi tidak bisa lagi ditoleransi demi kelestarian lingkungan dan kehidupan biota air. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx