Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan membuka lahan persawahan baru seluas 520 hektare pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan
MUARASABAK— Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 520 hektare pada 2026 untuk meningkatkan produksi beras sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjab Timur, Sunarno, menjelaskan program ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama seluas 103,12 hektare telah mendapat persetujuan, sementara tahap kedua sekitar 417,51 hektare masih dalam proses survei dan penyusunan desain.
Pelaksanaan tahap awal dibantu kerja sama antara Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Palembang dan Kodim 0419/Tanjab, sebagai upaya mempercepat program cetak sawah.
Sunarno menambahkan, meski sektor pertanian menghadapi tantangan ekonomi, antusiasme masyarakat untuk mengembangkan lahan tetap tinggi. Kementerian Pertanian juga menyalurkan 104 ton benih padi Inpari 32 untuk lahan seluas 3.371 hektare, serta bantuan tiga unit combine harvester dan 50 hand sprayer elektrik kepada kelompok tani.
Program ini sejalan dengan inisiatif Brigade Pangan yang mendorong optimalisasi lahan tidak produktif dan pengembangan pertanian modern berbasis kerja sama masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, Tanjung Jabung Timur memiliki 10.512 hektare lahan baku sawah, dengan 5.000 hektare telah dimanfaatkan secara optimal. Dengan tambahan 520 hektare, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kapasitas produksi padi dan memperkuat peran Tanjab Timur sebagai salah satu sentra pangan di Provinsi Jambi. (*)