Salah satu tempat penampungan pinang di Kecamatan Kuala Jambi

Harga Pinang di Tanjabtim Anjlok, Petani Terjepit Pembayaran Toke Tersendat

Posted on 2026-06-30 18:07:40 dibaca 77 kali

MUARASABAK – Harga pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kembali merosot. Di tingkat pengepul, komoditas andalan masyarakat itu kini hanya dihargai Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp22 ribu per kilogram untuk kualitas super.

Penurunan harga terjadi saat produksi pinang justru meningkat. Kondisi ini membuat petani tertekan karena hasil panen yang melimpah tidak berbanding lurus dengan pendapatan yang diterima.

Pengepul pinang di Kecamatan Muara Sabak Barat, Assek, mengatakan turunnya harga bukan dipicu melemahnya permintaan pasar. Menurutnya, permintaan pinang masih tinggi, namun arus pembayaran dari toke besar tersendat sehingga modal pengepul ikut terhambat.

BACA JUGA:Harga Pertamax dan Pertamina Dex Dikabarkan Turun, Begini Proyeksinya

"Permintaan sebenarnya masih tinggi, hanya saja pembayarannya yang sedang sulit," ujarnya.

Akibat tersendatnya pembayaran tersebut, banyak hasil panen petani yang belum dapat dibayarkan. Kondisi itu memaksa pengepul menyesuaikan harga beli di tingkat petani agar perputaran modal tetap berjalan.

Meski menghadapi keterbatasan modal, pengepul tetap menerima hasil panen petani dengan sistem pembayaran tempo. Sementara untuk pembelian secara tunai, kapasitas penyerapan hasil panen masih sangat terbatas.

"Kami tetap siap menampung hasil panen petani dengan harga yang sudah ditetapkan apabila menggunakan sistem pembayaran tempo. Namun jika petani menginginkan pembayaran tunai, kemampuan kami untuk menyerap hasil panen sangat terbatas," kata Assek.

Ia menambahkan, kondisi serupa bukan kali pertama terjadi dalam rantai perdagangan pinang. Kelancaran transaksi, menurutnya, sangat bergantung pada kelancaran pembayaran dari toke besar serta kepercayaan yang terjalin antara petani, pengepul, dan pembeli.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp2,668 Juta per Gram pada Awal Pekan

"Kalau petani masih percaya kepada kami, insya Allah barang tetap kami ambil. Tetapi jika petani memilih menyimpan hasil panennya, kami juga tidak bisa berbuat banyak," pungkasnya. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx