Peserta parade tauhid berjalan dari Masjid Agung Nurul Iman menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi di Padang

Kemenpar Garap 15 Provinsi Jadi Surga Wisata Ramah Muslim, Siap Sambut Turis Halal!

Posted on 2026-07-04 19:25:50 dibaca 104 kali

JAKARTA- Kementerian Pariwisata mempercepat pengembangan 15 provinsi sebagai destinasi wisata ramah Muslim untuk memperkuat daya saing Indonesia di pasar pariwisata halal global. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas pangsa wisatawan Muslim sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemilihan 15 provinsi tersebut didasarkan pada penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) yang mengacu pada Global Muslim Travel Index (GMTI). Daerah-daerah tersebut dinilai memiliki potensi besar dari sisi destinasi, layanan, hingga kesiapan ekosistem wisata ramah Muslim.

BACA JUGA:Setelah 20 Tahun Memimpin, Petrie Ramlie Serahkan Nahkoda PT Anjungan Buana Wisata kepada Fela Agustina

Provinsi yang masuk dalam prioritas pengembangan meliputi Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk memperkuat daya tarik destinasi, Kementerian Pariwisata memasukkan berbagai agenda bernuansa budaya dan religi ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN). Sejumlah kegiatan seperti Aceh Ramadhan Festival, Aceh Culinary Festival, Muslim Life Fest, Balangan Islamic Festival, Pawai Takbir Batam, hingga Batam Wonderfood & Art Ramadhan diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim ke berbagai daerah.

Pemerintah juga memperluas akses informasi melalui laman khusus Muslim Friendly Travel pada portal Indonesia.travel. Platform tersebut menyediakan informasi mengenai destinasi wisata, jadwal kegiatan, lokasi tempat ibadah, hingga paket perjalanan yang dirancang sesuai kebutuhan wisatawan Muslim.

Selain memperkuat promosi, Kementerian Pariwisata terus mendorong diversifikasi produk wisata agar tidak hanya bertumpu pada wisata religi. Pengembangan juga diarahkan pada wisata kuliner halal serta layanan wellness yang mengedepankan nilai-nilai spiritual.

Di sisi pelaku usaha, pemerintah menjalankan program peningkatan kapasitas, pendampingan bisnis, serta memperluas akses pembiayaan dan pemasaran bagi penyedia layanan wisata ramah Muslim agar mampu bersaing di pasar internasional.

BACA JUGA:Logo HUT Ke-81 RI Terpilih, Karya Fajar Novario Raih Dukungan Terbanyak dari Puluhan Ribu Warga!

Widiyanti menilai peluang meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim masih terbuka lebar, termasuk dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Arab Saudi dipandang tetap menjadi salah satu pasar penting karena konektivitas penerbangan menuju Indonesia masih terjaga, meski pemerintah terus mencermati perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah sebagai dasar penyesuaian strategi promosi.

Di luar pasar tradisional negara-negara OKI, Kementerian Pariwisata juga membidik negara dengan permintaan tinggi terhadap layanan wisata ramah Muslim, seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China, Australia, dan Selandia Baru. Langkah ini diharapkan dapat memperluas sumber kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata ramah Muslim unggulan di dunia. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx