Sugiyono mundur dari posisinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi.
JAMBI–Kursi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menjadi perhatian. Belum selesai publik menyoroti pengunduran diri Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiyono, kini pejabat lain di dinas yang sama juga memastikan dirinya meninggalkan jabatan struktural.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kota Jambi, Nanang Sunarya, membenarkan dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan struktural tersebut.
Nanang mengatakan keputusan itu bukan dipicu persoalan internal di lingkungan Pemkot Jambi. Ia mengaku memilih kembali menjalankan jabatan fungsional sebagai pengawas sekolah.
BACA JUGA:Kasus Dugaan Pelecehan Verbal Guru SDN 64 Jambi Masih Didalami, Disdik Tunggu Keterangan Korban
“Benar, Sayo mengundurkan diri dari jabatan struktural Kabid GTK karena ingin kembali ke jabatan fungsional pengawas sekolah,” kata Nanang, Rabu (19/8/2026).
Namun, momentum pengunduran diri tersebut membuat perhatian publik kembali tertuju pada kondisi internal birokrasi Pemkot Jambi. Pasalnya, keputusan Nanang muncul hampir bersamaan dengan kabar mundurnya Sugiyono dari posisi Kepala Dinas Pendidikan.
Nanang sendiri mengaku tidak mengetahui adanya kaitan antara keputusannya dengan mundurnya sang kepala dinas.
“Kebetulan saja itu. Saya kaget jugo Pak Kadis mengundurkan diri jugo,” ujarnya.
Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, membenarkan bahwa surat pengunduran diri Nanang maupun Sugiyono telah diterima secara tertulis dan diteruskan kepada pimpinan.
“Benar suratnya (hard copy) ada tembusan ke BKD, ditujukan kepada pimpinan (Wali Kota),” ujar Rizalul.
Meski demikian, proses pengunduran diri keduanya belum serta-merta selesai. Administrasi masih harus diproses, termasuk pengunggahan dokumen melalui sistem MyASN.
“Saya belum memastikan apakah sudah di-upload atau belum, karena masih berproses,” katanya.
Bukan Sekadar Satu Dua Nama
Pengunduran diri Nanang dan Sugiyono menambah daftar pejabat yang memilih meninggalkan posisi strategis di lingkungan Pemkot Jambi maupun badan usaha milik daerah dalam masa pemerintahan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.
Jauh sebelumnya, kursi pucuk pimpinan PT Siginjai Sakti juga mengalami pergantian. Direktur Utamanya, Marsono, menyatakan mundur pada akhir November 2025 dengan alasan kondisi kesehatan.
Tidak lama berselang, Manajer Bisnis PT Siginjai Sakti, Reza Pahlevi, juga meninggalkan jabatannya. Pengunduran diri itu bahkan disebut terjadi ketika masa jabatannya belum genap tiga bulan.
Kini, fenomena serupa kembali muncul di lingkungan birokrasi Pemkot Jambi.
Satu per satu nama pejabat mundur tentu tidak otomatis menunjukkan adanya persoalan dalam pemerintahan. Masing-masing pejabat memiliki alasan dan pertimbangan sendiri dalam menentukan langkah kariernya.
BACA JUGA:848 Kursi SMP Negeri Kota Jambi Masih Kosong, Disdik Buka Jalur Pendaftaran Langsung
Namun, ketika pengunduran diri terjadi berulang dalam satu periode pemerintahan, pertanyaan yang muncul bukan lagi sekadar siapa yang mundur, melainkan mengapa mereka memilih mundur.
Apakah seluruhnya murni keputusan personal? Bagaimana pola penempatan dan rotasi pejabat sejak pemerintahan Maulana-Diza berjalan? Dan apakah ada persoalan yang lebih besar di balik sejumlah perubahan tersebut?
Sejauh ini, belum ada keterangan yang menyebut rentetan pengunduran diri itu berkaitan satu sama lain.
Yang jelas, dinamika tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemkot Jambi untuk memastikan roda birokrasi tetap stabil, solid, dan mampu bekerja optimal di tengah perubahan sejumlah pejabat strategis. (*)