Ilustrasi kabut asap

Kabut Asap Hantam Jambi, 3.437 Kasus ISPA Tercatat dalam 11 Hari

Posted on 2026-09-10 14:59:21 dibaca 64 kali

JAMBI – Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi bukan sekadar mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga. Dampaknya mulai terlihat pada sektor kesehatan. Dalam rentang 24 Agustus hingga 3 September, Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat 3.437 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Angka tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak menganggap paparan asap sebagai persoalan sepele. Kelompok rentan, terutama balita, lanjut usia, serta warga yang memiliki penyakit saluran pernapasan, berada dalam posisi paling berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jambi, Rini Kartika Handajani, mengatakan paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

BACA JUGA:ISPA Tembus 15,6 Juta Kasus, Kemenkes Ingatkan Ancaman Asap Karhutla dan Cuaca Kering

"Anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena lebih rentan terhadap dampak buruk kabut asap," ujar Rini di Jambi, Rabu.

Kondisi udara yang buruk juga mendorong perlunya pembatasan aktivitas masyarakat di ruang terbuka. Rini mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih menyelimuti Kota Jambi.

Aktivitas olahraga di ruang terbuka juga disarankan untuk dihentikan sementara dan dialihkan ke dalam ruangan. Bagi warga yang tetap harus keluar rumah, penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi paparan partikel dari asap.

Dampak kabut asap pun tidak hanya perlu diwaspadai dalam bentuk gangguan pernapasan. Dinas Kesehatan turut mengingatkan masyarakat terhadap kemungkinan munculnya gangguan kesehatan lain, termasuk diare akut.

Di tengah meningkatnya kasus ISPA, pemerintah daerah memastikan layanan kesehatan tetap dalam kondisi siaga. Puskesmas telah menyiapkan obat-obatan, sementara rumah sakit menyiapkan fasilitas rawat inap apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.

"Untuk saat ini kami masih menangani rawat jalan," kata Rini.

Pemkot Jambi juga membuka ruang bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan serius untuk segera mendapatkan pertolongan. Wali Kota Jambi Maulana mengatakan puskesmas dan rumah sakit tetap disiagakan, termasuk ketersediaan oksigen bagi pasien yang membutuhkan.

BACA JUGA:Kabut Asap Mengganas, Kasus ISPA di Tebo Tembus 20.444

Menurut Maulana, warga dengan kondisi asma berat atau mengalami dampak serius akibat paparan asap tidak perlu menunggu kondisi memburuk.

"Kalau ada yang asma berat dan terdampak akibat asap, silakan datang ke Unit Gawat Darurat (UGD)," ujarnya.

Dengan ribuan kasus ISPA tercatat hanya dalam periode 11 hari, kabut asap di Kota Jambi kini bukan lagi sekadar persoalan kualitas udara. Kondisi tersebut telah menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang menuntut kewaspadaan, terutama ketika kelompok rentan mulai merasakan dampaknya. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx