Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah

Beras Premium 5 Kg Sulit Ditemukan di Jambi, Ini Langkah Pemerintah

Posted on 2026-09-14 20:44:54 dibaca 42 kali

JAMBI – Masyarakat di sejumlah wilayah Kota Jambi mulai kesulitan memperoleh beras premium dalam kemasan 5 kilogram. Kondisi tersebut ditemukan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi bersama Satgas Pangan dan Bulog saat melakukan pemantauan di pasar tradisional dan jaringan ritel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, mengatakan produk beras premium ukuran 5 kilogram dari sejumlah merek kini tidak lagi mudah ditemukan. Beberapa di antaranya seperti Belido, Raja, dan Topi Koki.

Temuan itu diperoleh setelah tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Sabtu pekan lalu. Pemantauan dilakukan mulai dari Pasar Angso Duo hingga sejumlah toko ritel modern.

BACA JUGA:80 Persen Karhutla di Jambi Diduga Sengaja Dibakar

"Setelah kita pantau, beras kemasan 5 kilogram premium dari berbagai jenis, seperti Belido, Raja, Topi Koki, dan sebagainya, memang tidak dapat kita jumpai lagi di pasaran," kata Johansyah kepada Jambi Ekspres, 14 September 2026.

Dari penelusuran di lapangan, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan terganggunya pasokan dari distributor utama yang berada di Palembang. Distributor tersebut untuk sementara menghentikan produksi beras premium kemasan 5 kilogram.

Johansyah menjelaskan, keputusan menghentikan produksi dipengaruhi sejumlah kendala. Di antaranya meningkatnya harga bahan kemasan, biaya transportasi yang ikut naik, serta kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM).

Untuk mencegah kondisi tersebut berdampak lebih jauh kepada masyarakat, Pemprov Jambi telah berkoordinasi dengan Bulog. Beras alternatif disiapkan, baik beras SPHP jenis medium maupun beras premium produksi Bulog.

Masyarakat yang kesulitan memperoleh beras premium kemasan 5 kilogram juga diarahkan memanfaatkan stok yang telah disediakan melalui Toko TPID. Lokasi penjualan tersebut berada di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar.

"Kita sudah menyiapkan beras SPHP (Medium) maupun beras premium dari Bulog. Masyarakat bisa memanfaatkannya dan mendapatkan beras tersebut di Toko TPID yang ada di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar," jelas Johansyah.

Upaya menjaga pasokan juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Johansyah menyebut terdapat arahan agar pelaku usaha swasta, termasuk Wilmar, ikut membantu memperlancar distribusi beras dengan menyalurkan pasokan secara langsung ke ritel modern maupun pasar tradisional.

Di tengah kondisi tersebut, konsumen mulai merasakan dampaknya. Axel, warga Kota Baru, mengaku kesulitan mencari beras Raja Ultima kemasan 5 kilogram yang biasa dibelinya.

BACA JUGA:Karunia Global School Hadirkan “Legenda Indonesia” dalam Open House 2026

Karena produk yang dicari tidak tersedia, ia akhirnya membeli beras kemasan 20 kilogram. Pilihan tersebut terpaksa diambil meski kondisi keuangannya sedang terbatas.

"Iya, beras 5 kilo hilang. Mau beli merek lain takut tidak cocok. Kami harap pemerintah hadir menanggulangi ini agar tidak ada kelangkaan di Jambi, karena bisa jadi alarm kelangkaan yang lebih besar," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jambi kini terus memantau perkembangan pasokan untuk memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi dan kelangkaan tidak meluas. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx