BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jambi, 3.647 Petugas Siap Data Seluruh Aktivitas Ekonomi

Penabuhan rebana secara bersama-sama menandai BPS secara resmi mencanangkan sensus ekonomi 2026 di Jambi
Penabuhan rebana secara bersama-sama menandai BPS secara resmi mencanangkan sensus ekonomi 2026 di Jambi

JAMBI - Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Provinsi Jambi sebagai langkah memperbarui basis data ekonomi nasional sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data. Pencanangan dilakukan di halaman Kantor BPS Provinsi Jambi, Jumat (26/6), dipimpin Wakil Kepala BPS RI Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, S.E., M.E., dan dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Ketua Komite IV DPD RI Hj. Elviana, Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha, serta sejumlah pejabat daerah dan instansi vertikal.

Mengusung tema "Mencatat Ekonomi Indonesia", Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pendataan ekonomi nasional yang hasilnya digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan selama satu dekade ke depan.

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan sebanyak 3.647 petugas sensus akan diterjunkan ke seluruh wilayah Provinsi Jambi untuk memastikan tidak ada aktivitas ekonomi masyarakat yang terlewat dari pendataan. “Temuan dari hasil sensus benar-benar diharapkan akurat sehingga peta kebijakan nasional, khususnya untuk Provinsi Jambi, tepat sasaran sesuai kondisi riil di lapangan. Data yang dihasilkan akan menjadi acuan pembangunan 10 tahun ke depan,” ujarnya.

Ia menegaskan sensus ekonomi tidak berkaitan dengan perpajakan maupun pungutan lainnya. Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, SE 2026 memiliki cakupan yang lebih luas karena selain mendata pelaku usaha, juga mencakup sektor pertanian dan aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh rumah tangga.

Menurut Sonny, pelaksanaan sensus tahun ini akan didukung pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sehingga proses pendataan menjadi lebih presisi, cepat, dan akurat. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi barometer dalam menentukan kebijakan intervensi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Di balik setiap angka hasil sensus terdapat jutaan harapan masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh warga menerima petugas sensus, memberikan informasi yang benar, dan tidak ada satu pun yang luput dari pendataan," katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha menyampaikan pencanangan SE 2026 menjadi bukti kesiapan seluruh jajaran BPS bersama Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyukseskan pelaksanaan sensus. Hingga pekan pertama pencanangan, seluruh pemerintah daerah di Provinsi Jambi telah memberikan dukungan penuh melalui surat edaran maupun video ajakan kepada masyarakat. “Kegiatan ini menjadi momentum mengajak seluruh elemen masyarakat menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan data ekonomi yang berkualitas untuk pembangunan Indonesia yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Gubernur Jambi, Al Haris menegaskan data ekonomi yang valid menjadi landasan utama dalam menentukan arah kebijakan pemerintah. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan sensus agar tidak ada wilayah maupun pelaku ekonomi yang terlewat dari pendataan. “Tujuan pemerintah tentu agar langkah-langkah kebijakan ke depan semakin konkret, terarah, dan berbasis data. Karena itu, tugas kita bersama adalah menyukseskan pekerjaan besar ini sehingga tidak ada satu pun daerah maupun aktivitas ekonomi masyarakat yang luput dari pendataan. Dengan data yang valid, pembangunan Jambi ke depan akan semakin tepat sasaran," ujar Al Haris.

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Jambi ditandai dengan penabuhan rebana secara bersama-sama oleh Wakil Kepala BPS RI bersama Gubernur Jambi, Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Kepala BPS Provinsi Jambi, dan para pejabat yang hadir sebagai simbol dimulainya rangkaian pendataan ekonomi di daerah. (*)




Berita Terkait

Tanjab Timur Siapkan 520 Hektare Sawah Baru untuk Perkuat Produksi Pangan 2026

MUARASABAK— Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 520 hektare pada 2026 untuk meningka

Read more

Aktivitas PETI di Sungai Batanghari Ancaman Serius bagi Populasi Ikan

JAMBI-Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, disebut menimbulkan ancaman serius terhadap ekosistem Sungai Batanghari. P

Read more

Komunitas Orang Rimba di Jambi Desak Perlindungan dari Dampak Tambang Batu Bara

MUARO JAMBI— Masyarakat adat Orang Rimba dan warga desa di Kabupaten Batang Hari menuntut perlindungan dari dampak aktivitas tambang batu bara y

Read more

Empat Kecamatan di Batang Hari Masuk Zona Rawan Karhutla, BPBD Perkuat Upaya Pencegahan

BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang

Read more

Imigrasi Jambi Telusuri Dugaan Kekerasan terhadap Warga Bungo yang Bekerja di Malaysia

JAMBI – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi tengah melakukan penelusuran terkait dugaan kasus kekerasan yang dialami seorang perem

Read more

Kejari Muaro Jambi Musnahkan Barang Bukti Narkoba dan BBM Ilegal, Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

MUARO JAMBI – Kejaksaan Negeri Muaro Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum dengan memusnahkan berbagai barang bukti dari p

Read more