JAMBI - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Jambi melaksanakan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dengan inovasi “Kartu Nutrisi Gigi Sehat” di Desa Penyengat Olak, Kabupaten Muaro Jambi. Program ini bertujuan memberikan edukasi interaktif tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan gizi pada anak, sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Kegiatan edukasi diawali pada 9 Mei 2026 dengan sasaran anak usia 7–9 tahun di SD 59/IX Penyengat Olak. Selanjutnya, intervensi diperluas mencakup anak usia 5–6 tahun, orang tua atau wali, serta kader posyandu setempat. Melalui permainan kartu interaktif berbasis gamification, anak-anak belajar mengenali penyebab karies gigi dan memilih makanan bergizi secara menyenangkan.
Ketua Tim Pengabdi, Yesi Nurmawi, SKM, M.Kes, menjelaskan pentingnya edukasi ini. “Karies gigi tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, tetapi juga dapat memicu malnutrisi tersembunyi karena anak sulit mengunyah makanan. Dengan pendekatan interaktif, kami berharap pengetahuan anak tentang perawatan gigi dan nutrisi meningkat hingga mencapai target minimal 90%,” ujar Yesi.
Tim Pengabmas ini terdiri dari pakar Poltekkes Kemenkes Jambi, termasuk Sukarsih, S.SiT, M.Pd; Surayah, S.ST, M.Pd; Sri Febrianti, S.ST, M.Pd; dan Septian Primasalari, SST, serta melibatkan mahasiswa Program Studi Terapi Gigi Program Sarjana Terapan. Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, tim menyerahkan kartu edukasi kepada guru dan kader posyandu agar dapat diintegrasikan dalam program rutin lokal.
Selain itu, program ini juga memberikan pendampingan khusus bagi orang tua agar aktif mendukung kebiasaan menyikat gigi anak secara mandiri di rumah. Pendekatan partisipatif ini diharapkan menciptakan lingkungan yang mendukung anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mengembangkan pola makan yang seimbang.
Yesi Nurmawi menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada edukasi anak, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat lokal dalam mendukung kesehatan generasi muda. “Dengan keterlibatan aktif guru, kader posyandu, dan orang tua, kami berharap intervensi ini menjadi model program berkelanjutan yang dapat diterapkan di desa lain. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan Desa Penyengat Olak yang mandiri dan sehat,” ujarnya.
Kegiatan PPDM ini juga menjadi bagian dari upaya Poltekkes Kemenkes Jambi dalam mendekatkan ilmu kesehatan kepada masyarakat, sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman lapangan untuk mengembangkan kemampuan edukasi dan intervensi kesehatan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di tingkat lokal.
Melalui Kartu Nutrisi Gigi Sehat, Poltekkes Kemenkes Jambi menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan edukasi kesehatan gigi dan gizi secara interaktif dan berkelanjutan, memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung terciptanya generasi muda yang sehat dan mandiri. (*)