DLH-Hub Tebo Pantau Kualitas Air Batanghari, Tiga Titik Masih Berstatus Tercemar Ringan

Ilustrasi foto
Ilustrasi foto

MUARATEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo terus mengawasi kondisi Sungai Batanghari melalui pemantauan kualitas air yang dilakukan secara berkala. Pengawasan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi sungai tetap terkendali sekaligus mendeteksi lebih dini potensi pencemaran di aliran sungai yang dimanfaatkan masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo menjadwalkan pengujian baku mutu air sebanyak dua kali dalam setahun atau setiap semester. Pemeriksaan dilakukan di empat titik yang dinilai mewakili kondisi Sungai Batanghari di wilayah Kabupaten Tebo.

BACA JUGA:Aktivitas PETI di Sungai Batanghari Ancaman Serius bagi Populasi Ikan

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH-Hub Kabupaten Tebo, Deriansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program rutin pemerintah daerah dalam memantau kualitas lingkungan.

"Pengujian baku mutu air Sungai Batanghari dilakukan secara rutin setiap semester atau dua kali dalam setahun," katanya.

Empat lokasi yang menjadi titik pemantauan meliputi Desa Teluk Kayu Putih di Kecamatan VII Koto, Desa Teluk Kepayang di Kecamatan VII Koto Ilir, Desa Teluk Singkawang di Kecamatan Sumay, serta Desa Teluk Rendah Ilir di Kecamatan Tebo Ilir. Hasil pengujian terakhir pada 2025 menunjukkan kualitas air di masing-masing lokasi tidak sama.

Titik pemantauan di Desa Teluk Kayu Putih masih masuk kategori baik, sedangkan tiga titik lainnya, yakni Teluk Kepayang, Teluk Singkawang, dan Teluk Rendah Ilir, telah berstatus tercemar ringan berdasarkan penilaian mutu air.

Meski demikian, secara umum kondisi Sungai Batanghari masih memenuhi sebagian besar parameter baku mutu. Parameter yang masih menjadi perhatian adalah kandungan fecal coliform atau bakteri coli yang di beberapa lokasi masih tercatat melampaui ambang batas yang ditetapkan.

"Parameter yang masih menjadi perhatian adalah fecal coliform atau bakteri coli yang masih terdeteksi melebihi baku mutu di Sungai Batanghari," ujar Deriansyah.

Sementara itu, tingkat kekeruhan air yang diukur melalui parameter Total Suspended Solids (TSS) masih berada dalam batas yang diperbolehkan untuk sungai kelas II.

"Karena Sungai Batanghari di wilayah ini masuk kategori sungai kelas II, nilai TSS atau tingkat kekeruhannya masih memenuhi baku mutu," jelasnya.

Ia menerangkan, status sungai kelas II menunjukkan air Sungai Batanghari belum layak dikonsumsi secara langsung sebagai air minum. Air tetap harus melalui proses pengolahan sebelum dimanfaatkan masyarakat.

"Airnya harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Peruntukannya memang bukan untuk air minum secara langsung," katanya.

Untuk pemantauan tahun 2026, pengambilan sampel telah dilaksanakan pada April lalu di empat lokasi yang sama. Namun, hasil analisis laboratorium hingga kini masih dalam proses sehingga belum dapat diumumkan.

Menurut Deriansyah, sejauh ini hasil pemantauan belum menemukan indikasi pencemaran yang berasal dari zat kimia. "Sejauh ini, untuk pencemaran yang disebabkan oleh zat kimia belum ada yang terdeteksi," ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh pengujian dilakukan oleh Laboratorium Mutu Agung yang telah terakreditasi. Petugas laboratorium mengambil sampel langsung di lapangan sebelum dikirim ke laboratorium di Jakarta untuk dianalisis. Karena pengujian dilakukan secara bersamaan terhadap sampel dari berbagai daerah di Indonesia, proses analisis membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan sejak pengambilan sampel dilakukan.

BACA JUGA:Polisi Bongkar Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Sungai Batanghari, Dua Orang Jadi Tersangka

"Pengambilan sampel dilakukan langsung oleh petugas laboratorium yang terakreditasi. Sampelnya dibawa ke Jakarta untuk diuji. Karena dilakukan serentak dari seluruh Indonesia, hasilnya biasanya baru keluar sekitar dua sampai tiga bulan," tutupnya.

Versi ini memiliki struktur yang berbeda dari naskah asli, lebih mengalir seperti berita koran harian, dengan fokus pada temuan utama di awal dan rincian teknis ditempatkan di bagian tengah hingga akhir. (*)




Berita Terkait

DLH-Hub Tebo Pantau Kualitas Air Batanghari, Tiga Titik Masih Berstatus Tercemar Ringan

MUARATEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo terus mengawasi kondisi Sungai Batanghari melalui pemantauan kualitas air yang dilakukan secara berkala. P

Read more

Harga Pangan di Muaro Jambi Melonjak, Cabai Tembus Rp70 Ribu Per Kilogram

MUARO JAMBI – Kenaikan harga pangan kembali membebani masyarakat Kabupaten Muaro Jambi. Sejumlah kebutuhan pokok mengalami lonjakan dalam bebera

Read more

Kasus DBD di Sungai Penuh Melonjak, 88 Warga Terjangkit hingga Pertengahan Juli

SUNGAI PENUH – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menghantui Kota Sungai Penuh. Hingga pertengahan Juli 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes)

Read more

BPJS Ketenagakerjaan Grebek Pasar Aur Duri, Perluasan Kepesertaan Sektor Non-Upah

JAMBI - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas kepesertaan sektor bukan penerima upah melalui kegiatan Greb

Read more

Pokja RT 32 Mayang Mangurai Serahkan Hasil Program Kampung Bahagia, Warga Nikmati Jalan Baru hingga CCTV

JAMBI –Pokja RT 32 Kampung Bahagia Perumahan Grand Kenali, Kelurahan Mayang Mangurai, menyerahkan sejumlah hasil pembangunan melalui Program Kam

Read more

Agung Toyota Jambi Resmi Hadirkan New Hilux, Lebih Tangguh dan Andal

JAMBI - PT Toyota-Astra Motor (TAM) melalui Agung Toyota Jambi selaku Authorized Dealer Toyota di Provinsi Jambi resmi memperkenalkan New Toyota Hilux

Read more