5.350 Pelanggan Tirta Mayang Terdampak, Kekeruhan Sungai Batanghari Melonjak Lima Kali Lipat
JAMBI – Ribuan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi mulai merasakan dampak musim kemarau. Tingginya tingkat kekeruhan Sungai Bata
Read more
JAMBI – Ribuan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi mulai merasakan dampak musim kemarau. Tingginya tingkat kekeruhan Sungai Batanghari memaksa perusahaan mengurangi kapasitas produksi air bersih demi menjaga kualitas, sehingga distribusi air ke sejumlah wilayah ikut berkurang.
Sedikitnya 5.350 sambungan rumah (SR) terdampak penyesuaian layanan selama sepekan terakhir. Wilayah yang mengalami gangguan tersebar di Kecamatan Paal Merah, Kota Baru, Jelutung, Alam Barajo, Danau Sipin, hingga Telanaipura.
BACA JUGA:PDAM Tirta Mayang Genjot Perbaikan Kebocoran, Distribusi Air Saat Kemarau Jadi Prioritas
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang, Arianto, mengatakan persoalan utama saat ini bukan hanya debit air Sungai Batanghari yang terus menurun akibat kemarau, tetapi juga tingkat kekeruhan air baku yang melonjak drastis.
Menurutnya, instalasi pengolahan air hanya mampu mengolah air dengan tingkat kekeruhan sekitar 250–300 NTU, sementara hasil pemantauan menunjukkan kondisi Sungai Batanghari telah mencapai sekitar 1.500 NTU, atau lima kali di atas kapasitas optimal instalasi.
"Kalau tetap dipaksakan diproduksi, kualitas air tidak akan memenuhi standar karena proses pengolahannya belum sempurna," ujar Arianto.
Untuk menjaga mutu air yang didistribusikan kepada pelanggan, Perumda Tirta Mayang memilih memangkas kapasitas produksi sekitar 10 persen dan tidak lebih dari 20 persen dari kondisi normal.
Dampaknya, jam layanan di sejumlah kawasan ikut berkurang. Jika sebelumnya pelanggan dapat menikmati aliran air selama enam hingga delapan jam, kini waktu distribusi menjadi lebih singkat.
Sebagai langkah darurat, Perumda Tirta Mayang mengoperasikan Tim Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan untuk memasok air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis. Setiap hari, tim mampu melakukan 18 hingga 30 kali pengiriman ke wilayah yang mengalami gangguan.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan sejumlah langkah teknis menghadapi puncak musim kemarau, mulai dari penyediaan pompa fleksibel hingga pemasangan pipa tambahan di area intake agar pengambilan air baku dari Sungai Batanghari tetap optimal.
Arianto menegaskan perusahaan tidak akan menambah penggunaan bahan kimia secara berlebihan hanya untuk mengejar volume produksi. Menurutnya, kualitas air tetap menjadi prioritas utama meski produksi harus dikurangi.
BACA JUGA:Kemarau Panjang Ganggu Pasokan Air Bersih di Singkut, Ribuan Pelanggan PDAM Terdampak
"Kami memilih menjaga kualitas air sesuai standar. Karena itu kapasitas produksi kami sesuaikan dengan kondisi air baku yang ada," katanya.
Perumda Tirta Mayang mengimbau pelanggan yang mengalami gangguan pasokan agar segera melapor melalui kanal pengaduan resmi sehingga distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dapat segera dilakukan selama musim kemarau berlangsung. (*)
JAMBI – Ribuan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi mulai merasakan dampak musim kemarau. Tingginya tingkat kekeruhan Sungai Bata
Read moreJAMBI-Menghadapi ancaman penurunan debit air pada musim kemarau, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mayang Kota Jambi mempercepat penanganan keboc
Read moreJAMBI – Dugaan pencurian minyak melalui illegal tapping di kawasan Paal X, Kenali Asam, Kota Jambi, menjadi alarm serius bagi keamanan aset ener
Read moreJAMBI - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi bersama Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi ma
Read moreJAMBI-Kabar baik bagi pengguna bahan bakar nonsubsidi di Provinsi Jambi. PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga sejumlah produk BBM mulai 1 Agu
Read moreJAMBI-Upaya mengurangi banjir yang terus menghantui Kota Jambi memasuki babak baru. Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menegaskan pemerintah pusat
Read more