Hujan Guyur Jambi, Kabut Asap Mulai Berkurang
JAMBI-Hujan yang turun di sejumlah wilayah Jambi sejak Senin dini hari membawa sedikit kelegaan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Read more
JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Persiapan Air Merah, pemekaran dari Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Api masih membakar lahan gambut seluas sekitar 50 hektare meski tim gabungan telah melakukan pemadaman selama tiga hari.
Untuk mempercepat penanganan, Satgas Karhutla Jambi mengerahkan tiga helikopter water bombing ke lokasi. Upaya pemadaman dari udara dilakukan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani dari darat.
Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia mengatakan personel gabungan masih berada di lokasi dan terus melakukan pemadaman sejak Rabu (5/8).
BACA JUGA:85 Titik Panas Terdeteksi di Bungo, Pemkab Waspadai Ancaman Karhutla Saat Musim Kemarau
“Kami dari Polda Jambi bersama tim Satgas Karhutla sejak Rabu lalu (5/8) sampai saat ini masih terus berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di daerah itu,” kata Taufik di Jambi, Minggu.
Berdasarkan laporan dari lapangan, titik api tersebar di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan secara berlapis.
Tim gabungan tidak hanya melakukan pemadaman terhadap api yang masih aktif, tetapi juga menyisir area yang telah terbakar untuk menemukan bara yang berpotensi kembali memunculkan titik api.
Selain pemadaman, aparat kepolisian mulai melakukan langkah penyelidikan. Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kebakaran untuk mengamankan area dan menjaga kepentingan penyelidikan.
“Sudah kita pasang garis polisi di lokasi. Saat ini lokasi masih kita amankan untuk kepentingan penyelidikan,” tegas Taufik.
Hingga kini, kepolisian masih menelusuri status kepemilikan lahan yang terbakar. Penyidik akan memastikan apakah lahan tersebut merupakan milik perusahaan atau masyarakat.
300 Personel Dikerahkan
Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan sekitar 300 personel dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke wilayah lain.
“Sudah tiga hari kami melakukan pemadaman. Sebanyak 300 personel kami turunkan untuk menangani kebakaran ini. Kami terus berupaya agar api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas ke area lainnya,” ujar Bachyuni.
Menurut dia, personel di lapangan masih berkonsentrasi pada sejumlah titik yang menyisakan bara api. Proses pendinginan juga dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
BACA JUGA:Karhutla Kembali Terjadi di Tanjabtim, 4,5 Hektare Lahan Gambut Terbakar dalam Hitungan Jam
Pemantauan terus dilakukan di area yang sebelumnya terbakar. Personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama pada lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan.
Penanganan kebakaran turut dipantau sejumlah pejabat, di antaranya Karo Ops Polda Jambi, Pasi Korem 042/Gapu, dan Kapolres Muaro Jambi.
Sementara itu, penyelidikan terkait kepemilikan lahan masih berlangsung. Aparat belum memastikan pihak yang bertanggung jawab atas lahan yang terbakar tersebut hingga proses penyelidikan selesai. (*)
JAMBI-Hujan yang turun di sejumlah wilayah Jambi sejak Senin dini hari membawa sedikit kelegaan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Read moreJAKARTA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Indonesia masih berada pada level tinggi. Kementerian Kesehatan mencatat 15,6 juta kas
Read moreJAMBI – Kabut asap yang mulai dirasakan warga Kota Jambi mendorong sejumlah aktivis lingkungan turun ke jalan. Mereka membagikan masker kepada p
Read moreJAMBI – Puluhan ton ikan budidaya milik petani keramba di lima desa di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, mati. Petani m
Read moreJAMBI – Kabar duka datang dari keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi. Hery Rawas, yang dikenal dengan sapaan Hery FR,
Read moreMUARATEBO – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Tebo masih jauh dari harapan. Dari 122 desa yang tersebar di 12 kecamatan,
Read more