Kabut Asap Karhutla Mulai Berdampak di Kerinci-Sungai Penuh, Kasus ISPA Capai 1.159
SUNGAI PENUH — Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai memengaruhi kondisi keseh
Read more
JAMBI – Kabut asap yang mulai dirasakan warga Kota Jambi mendorong sejumlah aktivis lingkungan turun ke jalan. Mereka membagikan masker kepada pengendara sekaligus melontarkan pesan keras kepada pemerintah agar tidak terus memperlakukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana musiman.
Aksi tersebut digelar di sejumlah ruas jalan protokol Kota Jambi, Jumat (14/8). Masker diberikan kepada masyarakat yang melintas sebagai pengingat bahwa ancaman asap bukan sekadar persoalan jarak pandang, tetapi juga menyangkut perlindungan warga.
Aktivis lingkungan Riono mengatakan aksi itu ditujukan kepada dua pihak sekaligus: masyarakat dan pemerintah.
“Aksi ini kita lakukan untuk mengingatkan kita semua, baik masyarakat maupun Pemerintah Provinsi Jambi,” kata Riono di Kota Jambi, Jumat.
BACA JUGA:Cuaca Panas Ekstrem dan Polusi Udara Mengintai, Warga Diminta Waspadai Risiko ISPA
Menurutnya, membagikan masker hanyalah langkah kecil. Persoalan yang lebih besar justru berada pada bagaimana pemerintah mencegah kebakaran agar tidak terus berulang.
Ia meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memperkuat pencegahan dan mitigasi, bukan baru bergerak ketika api sudah meluas dan asap mulai menyelimuti permukiman.
Bagi Riono, karhutla tidak bisa diselesaikan hanya dengan memadamkan api. Pembenahan tata kelola lingkungan, terutama kawasan gambut dan sistem hidrologinya, harus menjadi bagian utama dari penanganan.
Ia mendorong gubernur bersama jajaran terkait mengambil langkah yang lebih konkret untuk mencegah kebakaran. Pemerintah juga dinilai perlu membenahi pengelolaan ekosistem gambut agar kondisi lingkungan tidak terus membuka ruang bagi terjadinya kebakaran.
“Supaya ke depan bencana kebakaran hutan dan lahan tidak lagi menjadi agenda tahunan yang terus berulang,” ujarnya.
Warga Mulai Rasakan Dampak Asap
Keluhan mengenai kabut asap mulai muncul dari masyarakat. Amiruddin, salah seorang pengendara sepeda motor, mengatakan asap sudah terasa di Kota Jambi dalam sepekan terakhir, terutama pada pagi hari.
Kondisi tersebut membuat warga berharap penanganan karhutla dilakukan lebih cepat sebelum dampaknya semakin mengganggu kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:Udara Muaro Jambi Tak Sehat, Dinkes Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran bekerja lebih serius agar asap tidak berlarut-larut dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Semoga bencana kebakaran ini bisa cepat berlalu,” kata Amiruddin.
Bagi para aktivis, pembagian masker hari ini seharusnya tidak berhenti sebagai aksi simbolik. Jika karhutla terus menjadi rutinitas tahunan, maka yang dibutuhkan bukan sekadar masker ketika asap datang, melainkan kebijakan pencegahan yang mampu menghentikan siklus kebakaran dari akarnya. (*)
SUNGAI PENUH — Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai memengaruhi kondisi keseh
Read moreJAMBI — Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP akib
Read moreJAMBI – Harapan meredanya kabut asap di Provinsi Jambi mulai terbuka. Sejumlah wilayah diprakirakan diguyur hujan dalam dua hari ke depan, di sa
Read moreJAMBI – Masalah pelayanan jamaah kembali menyeret penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) di Jambi. Salah satu perusahaan, PT GST, kini men
Read moreJAMBI – Dugaan intimidasi terhadap seorang guru sekolah dasar (SD) di Kota Jambi tak lagi sekadar menjadi laporan keluarga. Pemerintah Kota Jamb
Read moreMUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi memasuki fase yang patut diwaspadai. Hanya dalam 12 hari pertama Agu
Read more