Kabut Asap Karhutla Mulai Berdampak di Kerinci-Sungai Penuh, Kasus ISPA Capai 1.159
SUNGAI PENUH — Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai memengaruhi kondisi keseh
Read more
SUNGAI PENUH — Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Penurunan kualitas udara dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara terbaru, kondisi udara Kota Sungai Penuh berada pada kategori sedang dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebesar 64,52 pada Kamis (17/9/2026).
BACA JUGA:Kabut Asap Hantam Jambi, 3.437 Kasus ISPA Tercatat dalam 11 Hari
Meski masih berada dalam kategori sedang, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena paparan partikulat dari kabut asap dapat memicu gangguan kesehatan apabila terjadi secara terus-menerus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, mengatakan perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami perubahan dalam beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, angka kasus sempat mengalami penurunan pada minggu ke-31 hingga minggu ke-33. Namun, memasuki minggu ke-34 dan ke-35, jumlah penderita kembali mengalami peningkatan.
"Jumlah kasus ISPA terpantau meningkat dari minggu ke-33 hingga ke-35. Dengan kondisi kualitas udara saat ini, masyarakat terutama kelompok rentan tetap perlu waspada," ujarnya.
Dinas Kesehatan mencatat total kasus ISPA yang terpantau dalam periode tersebut mencapai 1.159 kasus.
Selain gangguan saluran pernapasan, dampak kabut asap juga mulai dirasakan melalui keluhan kesehatan lain, salah satunya iritasi mata. Sejumlah masyarakat mengalami gejala seperti mata merah, perih, dan tidak nyaman akibat paparan udara yang tercemar.
Meski terjadi peningkatan kasus, Gunardi menyebut sebagian besar keluhan kesehatan masih dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Puskesmas di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci tetap melakukan pemantauan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara.
"Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan mingguan melalui aplikasi SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons) berdasarkan laporan dari seluruh puskesmas," jelasnya.
Untuk mengurangi risiko dampak kesehatan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk.
BACA JUGA:Kabut Asap Makin Pekat, ISPU Jambi Masuk Level Sangat Tidak Sehat
Warga yang tetap harus melakukan aktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker sebagai perlindungan tambahan terhadap paparan asap.
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi mata, atau gejala lain yang berkaitan dengan paparan kabut asap.
Pemerintah daerah memastikan pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat akan terus dilakukan selama dampak karhutla masih berlangsung di wilayah Jambi. (*)
SUNGAI PENUH — Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai memengaruhi kondisi keseh
Read moreTEBO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, berada di sekitar jalur jelaja
Read moreBATANGHARI— Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batanghari terus diperkuat. Kesiapan personel hingga peralatan menjadi
Read moreJAMBI — Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP akib
Read moreJAMBI — Wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa (kades) mendapat penolakan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluru
Read moreKERINCI — Pemerintah Kabupaten Kerinci memastikan ruas Jalan Belui–Koto Lanang, Kecamatan Depati Tujuh, menjadi salah satu infrastruktur y
Read more