Cekcok Soal Ponsel, Pria di Merangin Ditusuk hingga Delapan Luka
MERANGIN - Seorang pria berinisial S (41) menjadi korban penusukan di kawasan Taman Bujang Upik, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kab
Read more
MUARO JAMBI — Keberadaan aktivitas penumpukan pasir atau stockpile milik CV Lintas Makmur Sejahtera di Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, mendapat sorotan dari masyarakat sekitar.
Sejumlah warga mendatangi lokasi usaha tersebut pada Selasa (15/9/2026) untuk menyampaikan keberatan terkait dampak yang mereka rasakan selama aktivitas operasional berlangsung.
Warga meminta agar kegiatan stockpile dihentikan sementara hingga ada kejelasan mengenai penanganan dampak lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
BACA JUGA:Fadli Zon Ultimatum Stockpile Batu Bara Keluar dari Kawasan Cagar Budaya Muarajambi
Salah satu keluhan utama masyarakat berkaitan dengan debu yang muncul akibat mobilitas kendaraan pengangkut pasir. Intensitas kendaraan yang keluar masuk area stockpile disebut membuat debu beterbangan hingga masuk ke lingkungan rumah warga.
"Kami merasa terganggu karena debu setiap hari masuk ke rumah. Kondisi ini sudah lama terjadi dan sangat mengganggu aktivitas warga," ujar Eri, salah seorang warga.
Menurut warga, persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang tinggal di sekitar lokasi.
Selain persoalan debu, warga juga menyampaikan dugaan adanya dampak getaran dari aktivitas alat berat terhadap sejumlah bangunan rumah di sekitar area stockpile.
Eri mengungkapkan, beberapa bagian rumah warga mengalami kerusakan seperti genteng yang bergeser dan pecah hingga menyebabkan kebocoran ketika turun hujan.
"Rumah keluarga kami mengalami kerusakan. Genteng bergeser dan ada bagian yang bocor saat hujan. Kami menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas di sekitar lokasi," katanya.
Selain itu, warga lain juga mengaku menemukan retakan pada bagian dinding rumah. Namun, dugaan hubungan antara kerusakan bangunan dengan aktivitas stockpile masih membutuhkan pemeriksaan teknis lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat turun langsung melakukan pengecekan terhadap aktivitas usaha tersebut, termasuk menilai aspek lingkungan, jarak dengan permukiman, serta dampak yang ditimbulkan.
BACA JUGA:Jalan Rusak Diperbaiki, Tapi Truk Batu Bara Masih Leluasa? Sorotan Pengawasan di Batanghari Menguat
Bagi warga, persoalan utama bukan keberadaan usaha semata, melainkan bagaimana aktivitas tersebut dapat berjalan tanpa mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.
Mereka meminta adanya solusi yang melibatkan semua pihak agar kegiatan ekonomi tetap berjalan, namun tetap memperhatikan aspek kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan warga.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak CV Lintas Makmur Sejahtera terkait keluhan warga maupun tuntutan penghentian sementara aktivitas stockpile tersebut. (*)
MERANGIN - Seorang pria berinisial S (41) menjadi korban penusukan di kawasan Taman Bujang Upik, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kab
Read moreMUARO JAMBI — Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menerapkan sejumlah lan
Read moreSUNGAI PENUH — Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai memengaruhi kondisi keseh
Read moreJAMBI — Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP akib
Read moreJAMBI — Wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa (kades) mendapat penolakan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluru
Read moreKERINCI — Pemerintah Kabupaten Kerinci memastikan ruas Jalan Belui–Koto Lanang, Kecamatan Depati Tujuh, menjadi salah satu infrastruktur y
Read more