Kebakaran di Jalur Jelajah Gajah Tebo Disorot, DPRD Desak Satgas Gakkum Bongkar Penyebabnya
JAMBI — Kebakaran lahan di Kabupaten Tebo kembali memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan kawasan yang bersinggungan dengan habitat gajah
Read more
TEBO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, berada di sekitar jalur jelajah gajah sumatra. Namun, BKSDA Jambi memastikan kelompok gajah liar di kawasan tersebut masih dalam kondisi aman.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II BKSDA Jambi Martialias Puspito mengatakan titik kebakaran memang berada di sekitar jalur gajah, tetapi posisi satwa saat ini cukup jauh dari lokasi api.
“Kebakaran di wilayah Semambu, Kecamatan Sumay, memang di jalur gajah, posisinya di bawah (dekat) jalur gajah. Posisi (gajah) aman,” kata Martialias di Tebo, Kamis.
BACA JUGA:Diduga Buka Lahan Dengan Cara Dibakar, Dua Warga Diamankan di Kawasan Konservasi TNIKS Jambi
Karhutla mulai terdeteksi sejak Rabu (2/9) petang. Kebakaran terjadi di area penggunaan lain (APL), sekitar tiga kilometer dari kawasan inti Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).
Lokasi kebakaran dipastikan berada di luar kawasan TNBT, tepatnya di wilayah penyangga yang berada di sekitar konsesi PT LAJ dan PT PAL.
Pergerakan Gajah Dipantau GPS Collar
BKSDA memastikan kondisi gajah berdasarkan pemantauan terhadap kelompok gajah yang telah dipasangi GPS collar. Dari data pelacakan, posisi satwa saat ini berada jauh dari titik kebakaran.
Martialias mengatakan pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan pergerakan gajah tidak mengarah ke lokasi kebakaran. Petugas juga berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap satwa dilindungi tersebut.
“Setiap waktu kita selalu cek posisi gajah di mana, posisi titik panas di mana. Saya belum pastikan komoditas (tanaman) yang terbakar ya, tapi itu di APL, saya pastikan di APL,” ujarnya.
Hingga kini, BKSDA belum dapat memastikan luas lahan yang terbakar maupun jenis tanaman yang terdampak. Tim BPBD, petugas konservasi, dan pihak perusahaan masih melakukan pemadaman di lokasi.
Ada 120 Gajah di Lanskap Bukit Tigapuluh
Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko sebelumnya mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sedikitnya lima kelompok besar gajah betina di bentang alam Bukit Tigapuluh.
BACA JUGA:Antisipasi Ancaman Karhutla, Jalur Pendakian Gunung Kerinci Ditutup Mulai 1 September
Kelompok-kelompok tersebut telah dipasangi GPS collar untuk membantu petugas memantau pergerakan gajah secara real-time.
BKSDA memperkirakan terdapat sekitar 120 ekor gajah sumatra yang hidup di bentang alam Bukit Tigapuluh.
Dengan sistem pemantauan tersebut, petugas dapat membandingkan pergerakan gajah dengan lokasi titik panas sehingga potensi gangguan terhadap habitat dan jalur jelajah satwa dapat lebih cepat diantisipasi. (*)
JAMBI — Kebakaran lahan di Kabupaten Tebo kembali memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan kawasan yang bersinggungan dengan habitat gajah
Read moreJAMBI — Perdagangan dan pengiriman satwa liar tanpa dokumen kembali terbongkar di Jambi. Sebanyak 198 ekor burung ditemukan dalam sebuah mobil t
Read moreTEBO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, berada di sekitar jalur jelaja
Read moreTANJAB BARAT — Dua warga diamankan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Jambi saat kebakaran melanda Kawasan Hutan Konservas
Read moreKERINCI-Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menutup sementara seluruh jalur pendakian Gunung Kerinci, baik dari wilayah Kerinci maupun
Read moreJAMBI – Laju inflasi Provinsi Jambi pada Agustus 2026 mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi dala
Read more