Karhutla Kembali Muncul di Air Merah Muaro Jambi, Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan
MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, kembali memunculk
Read more
MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi memasuki fase yang patut diwaspadai. Hanya dalam 12 hari pertama Agustus 2026, delapan titik kebakaran tercatat terjadi di sejumlah wilayah.
Angka tersebut menjadi sorotan karena menyumbang hampir sepertiga dari total 22 kejadian karhutla yang tercatat BPBD Muaro Jambi sepanjang tahun ini.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan seluruh kejadian karhutla sepanjang 2026 tersebar di enam kecamatan, yakni Jaluko, Sekernan, Kumpeh, Mestong, Maro Sebo, dan Sungai Gelam.
BACA JUGA:Langit Jambi Membandel, Hujan Buatan Mandek: Karhutla Tembus 300 Hektare
“Total keseluruhan ada 22 kasus karhutla. Untuk bulan Agustus ini sudah ada delapan kasus, terhitung dari tanggal 2 sampai 12 Agustus 2026,” kata Anari, Kamis (13/8).
Peningkatan paling mencolok terjadi saat memasuki Agustus. Sebelumnya, dua kejadian tercatat pada Februari dan Maret, sementara sebagian besar kasus terjadi pada Juli. Kini, dalam waktu kurang dari dua pekan, jumlah kebakaran kembali melonjak.
Dari seluruh kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 39,78 hektare. Namun, angka itu belum final karena BPBD masih melakukan penghitungan luasan pada dua lokasi kebakaran terbaru.
Salah satunya berada di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam. Kebakaran berlangsung selama sepekan, sejak 5 hingga 12 Agustus, dengan lahan gambut milik masyarakat menjadi area yang terdampak. Vegetasi yang terbakar antara lain sawit, nanas, dan semak belukar.
Api kemudian muncul di Desa Rondang, Kecamatan Kumpeh, pada 11 dan 12 Agustus. Kali ini, kebakaran melanda lahan semi-mineral milik masyarakat yang ditumbuhi sawit, pepohonan, dan rumput.
“Untuk luasan lahan yang terbakar di Desa Persiapan Air Merah masih dalam perhitungan,” ujar Anari.
Hal serupa terjadi di Desa Rondang. BPBD belum menetapkan luasan final lahan yang terdampak karena proses pendataan masih berlangsung.
“Di Desa Rondang, luas lahan yang terbakar juga masih dalam perhitungan. Jenis lahannya semi-mineral, statusnya lahan masyarakat, dengan vegetasi sawit, pepohonan dan rumput,” katanya.
Secara karakteristik, lahan yang terbakar di Muaro Jambi terdiri dari lahan mineral dan semi-gambut. Sebagian besar merupakan lahan masyarakat dengan vegetasi berupa pepohonan dan semak belukar yang mudah terbakar ketika kondisi lingkungan mendukung.
BACA JUGA:Karhutla Jambi Makin Krusial, Hujan Buatan Terkendala Minimnya Awan
Di tengah meningkatnya kejadian tersebut, Pemkab Muaro Jambi masih mempertahankan status siaga darurat bencana karhutla. Status itu telah diberlakukan sejak 15 April dan dijadwalkan berlaku hingga 15 Oktober 2026.
Lonjakan delapan kejadian hanya dalam 12 hari menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla di Muaro Jambi belum mereda, bahkan memasuki Agustus justru menunjukkan kecenderungan meningkat. (*)
MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, kembali memunculk
Read moreJAMBI – Kabut asap yang mulai dirasakan warga Kota Jambi mendorong sejumlah aktivis lingkungan turun ke jalan. Mereka membagikan masker kepada p
Read moreMUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi memasuki fase yang patut diwaspadai. Hanya dalam 12 hari pertama Agu
Read moreJAMBI - Sebagai bentuk sinergi dengan stakeholder pemerintahan dan organisasi profesi, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi menyerahkan sertifikat dan ka
Read moreJAMBI - Mata uang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah, kebudayaan, dan identitas suatu b
Read moreMUARASABAK – Petani kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kini menghadapi tekanan yang kian berat. Harga komoditas yang sel
Read more