Hujan Guyur Jambi, Kabut Asap Mulai Berkurang
JAMBI-Hujan yang turun di sejumlah wilayah Jambi sejak Senin dini hari membawa sedikit kelegaan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Read more
JAMBI - Upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi memasuki fase paling krusial. Rencana penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan terpaksa tertunda karena ketiadaan awan potensial di langit Jambi. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung setidaknya hingga dua pekan ke depan.
Gubernur Jambi Al Haris menyebut tim TMC di lapangan setiap hari bersiaga mencari awan, namun alam belum mendukung. "Mereka setiap hari mencari awan-awan yang bisa menjadi hujan. Tetapi karena bintik awan belum ditemukan oleh tim, maka hujan buatan belum bisa dilakukan. Kalau ada hujan lebat, Insya Allah ini langsung tuntas tidak ada lagi asapnya," jelasnya.
BACA JUGA:Mitsubishi Fuso Pastikan Armada Siap Gunakan B50, Uji Jalan 40.000 Km Berhasil
Meski situasi masih terkendali, Gubernur mengingatkan bahwa Jambi bisa memasuki fase krisis jika kondisi kering tanpa hujan ini terus berlanjut hingga dua minggu ke depan. Sebagai langkah antisipasi, tim Satgas Karhutla terus berupaya mencari awan potensial untuk melakukan operasi hujan buatan atau modifikasi cuaca.
Al Haris, menyatakan bahwa imbas dari kemarau panjang yang tanpa diselingi hujan ini mulai memicu peningkatan debu di udara serta terganggunya sumber air masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengungkapkan bahwa berdasarkan rapat koordinasi bersama BMKG, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus, September, hingga Oktober. Namun, operasi TMC belum bisa dieksekusi. "Kalau dari rapat tadi pagi bersama BMKG, yang ada bintik (awan) hujan itu hanya di Sumsel, Riau, dan Kalteng. Di Jambi sampai tanggal 22 Agustus belum ada. Nanti tanggal 22 ke atas baru kita lihat lagi kondisinya," ungkapnya.
Padahal, kata Bachyuni, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiagakan satu unit pesawat jenis Cessna yang difokuskan untuk patroli sekaligus operasi TMC. "Pesawat itu bisa beroperasi siang maupun malam. Ketika ada bibit hujan, kita langsung lakukan operasi. Insya Allah kalau itu berhasil, kondisi Karhutla di Jambi bisa membaik," tambahnya.
BACA JUGA:Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi, UNJA Teken MoU dengan BNN dan BPS Kota Jambi
Lebih lanjut, Bachyuni memaparkan bahwa total luasan lahan yang terbakar di Provinsi Jambi saat ini telah melampaui angka 300 hektare. Beberapa titik api masih dalam proses pendinginan, termasuk di kawasan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta di Kabupaten Muaro Jambi yang luasannya mencapai lebih dari 50 hektare.
Angin yang berhembus dari arah Tenggara ke Utara turut membawa asap dari wilayah tetangga, seperti Sumatera Selatan, yang juga mengalami Karhutla. Saat ini, Satgas Karhutla Jambi mengandalkan bantuan armada dari pusat yang terdiri dari empat unit helikopter; satu untuk patroli, dua untuk water bombing, dan satu pesawat Cessna. "Bantuan dari pusat ini juga dibagi-bagi karena fenomena El Nino terjadi di mana-mana. Helikopter kita kemarin sempat digeser dulu ke Jawa Timur untuk penanganan di Bromo, dan ke Bekasi untuk Karhutla di TPA," ungkap Bachyuni. (*)
JAMBI-Hujan yang turun di sejumlah wilayah Jambi sejak Senin dini hari membawa sedikit kelegaan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Read moreJAMBI – Kabut asap yang mulai dirasakan warga Kota Jambi mendorong sejumlah aktivis lingkungan turun ke jalan. Mereka membagikan masker kepada p
Read moreJAMBI – Upaya memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi kini berpacu dengan cuaca. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang
Read moreJAMBI – Kemarau yang berlangsung hampir dua bulan membuat sumber air warga Desa Sarang Burung, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Mua
Read moreJAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Persiapan Air Merah, pemekaran dari Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, belum sepenuh
Read moreJAMBI – Puluhan ton ikan budidaya milik petani keramba di lima desa di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, mati. Petani m
Read more