Kabut Asap Belum Mereda, Pemkot Jambi Perpanjang PJJ untuk Siswa TK hingga SMP
JAMBI — Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP akib
Read more
JAMBI – Harapan meredanya kabut asap di Provinsi Jambi mulai terbuka. Sejumlah wilayah diprakirakan diguyur hujan dalam dua hari ke depan, di saat kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan yang harus ditangani Satgas Karhutla.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi memprakirakan hujan berpotensi turun di sejumlah wilayah mulai siang hingga malam, bahkan berlanjut sampai pagi hari.
Prakirawan cuaca BMKG Sultan Thaha Jambi, Harry Taufik Kurniawan, mengatakan potensi hujan tersebut terpantau dalam prakiraan cuaca terbaru.
"Ada potensi hujan," kata Harry di Jambi.
BACA JUGA:Cuaca Panas Ekstrem dan Polusi Udara Mengintai, Warga Diminta Waspadai Risiko ISPA
Prakiraan BMKG yang berlaku sejak Rabu (9/9) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (10/9) pukul 07.00 WIB menyebut sejumlah daerah berpeluang mengalami hujan. Wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut antara lain Kerinci, Merangin, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Bungo, serta Kota Sungai Penuh.
Potensi hujan ini menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Namun, pemerintah tidak ingin hanya mengandalkan hujan alami.
Satgas Karhutla Provinsi Jambi tetap menyiapkan langkah lain melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 dengan harapan dapat mempercepat turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Komandan Satgas Karhutla Jambi yang juga Gubernur Jambi, Al Haris, mengatakan tim akan berupaya memanfaatkan keberadaan bibit awan hujan untuk mendukung pelaksanaan OMC.
"Mudah-mudahan 10 September tim akan melakukan modifikasi cuaca. Semoga ketemu bibit hujannya. Kita harapkan di wilayah Batang Hari ada bibit hujan sehingga memudahkan tim melakukan OMC nantinya," ujar Al Haris.
Batang Hari menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya tersebut. Keberadaan awan potensial di kawasan itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penanganan karhutla.
BACA JUGA:ISPA Tembus 15,6 Juta Kasus, Kemenkes Ingatkan Ancaman Asap Karhutla dan Cuaca Kering
Selain mengandalkan faktor cuaca, Satgas juga memperkuat penanganan di lapangan. Jumlah personel yang diterjunkan untuk menghadapi karhutla ditambah secara signifikan.
"Satgas telah melakukan penambahan personel dari sebelumnya 5.900 orang menjadi tujuh ribu personel," ungkap Al Haris.
Dengan potensi hujan yang mulai muncul dan ribuan personel yang disiagakan, pemerintah Jambi kini berpacu dengan kondisi di lapangan. Hujan diharapkan bukan hanya membasahi wilayah yang terdampak, tetapi juga membantu memutus penyebaran kebakaran yang hingga kini masih menjadi ancaman. (*)
JAMBI — Pemerintah Kota Jambi kembali memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP akib
Read moreJAMBI – Harapan meredanya kabut asap di Provinsi Jambi mulai terbuka. Sejumlah wilayah diprakirakan diguyur hujan dalam dua hari ke depan, di sa
Read moreJAMBI – Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi bukan sekadar mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga. Dampaknya mulai terlihat pada sektor
Read moreMUARA BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo mulai mengerem laju belanja daerah di tengah ruang fiskal yang kian sempit. Penurunan transfer dari pem
Read moreMUARO JAMBI — Kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi kembali masuk level mengkhawatirkan. Konsentrasi partikulat halus (PM2,5) terpantau berada
Read moreKERINCI — Mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali terjaring dalam razia kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Ironisnya, kendaraan
Read more