Hasil SPMB SMP negeri di Kota Jambi
JAMBI– Meski proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Kota Jambi untuk Tahun Ajaran 2026/2027 resmi ditutup pada 27 Juni 2026, masih terdapat sejumlah kursi yang belum terisi di beberapa sekolah. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi membuka kesempatan bagi calon peserta didik untuk mendaftar secara langsung ke SMP Negeri yang masih memiliki kapasitas.
Berdasarkan data resmi, total kapasitas penerimaan di 25 SMP Negeri mencapai 6.848 siswa. Namun, hingga penutupan pendaftaran, baru sekitar 6.000 kursi terisi, sehingga tersisa 848 tempat yang bisa dimanfaatkan calon siswa yang belum mendapatkan sekolah. Kepala Bidang SMP Disdik Kota Jambi, Zul Afni, menjelaskan bahwa pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 3 Juli 2026.
BACA JUGA:Miris, SMPN 23 Kota Jambi Hanya Kebagian Satu Murid Dari Kuota 128 Kursi Tersedia
“Beberapa sekolah sudah penuh, tapi ada SMP yang masih menerima siswa baru. Kami mengimbau calon peserta didik untuk langsung datang ke sekolah yang masih memiliki kuota,” kata Zul.
Tahun ini, jumlah lulusan SD di Kota Jambi mencapai 9.720 anak, jauh melebihi kapasitas sekolah negeri. Akibatnya, banyak lulusan SD yang memilih alternatif pendidikan lain, seperti sekolah swasta, madrasah tsanawiyah (MTs), atau pondok pesantren. Disdik menekankan bahwa pihaknya tidak akan membuka pendaftaran SPMB gelombang kedua, sehingga calon siswa yang belum diterima harus memanfaatkan jalur langsung ke sekolah yang masih tersedia.
Zul juga menegaskan pentingnya mempertimbangkan sekolah swasta sebagai opsi yang tetap berkualitas. “Sekolah swasta memiliki peran strategis dalam pemerataan pendidikan. Masyarakat jangan hanya fokus pada sekolah negeri,” ujarnya.
BACA JUGA:Sejumlah SMP Negeri di Kota Jambi Masih Kekurangan Siswa, Ini Daftarnya
Dari 25 SMP Negeri, enam sekolah telah memenuhi kuota penuh, yakni SMP Negeri 1, 6, 7, 11, 16, dan 18. Sisanya masih membuka peluang bagi calon siswa karena kapasitasnya belum sepenuhnya terisi. Disdik berharap semua kursi dapat termanfaatkan dan masyarakat terdorong untuk memanfaatkan berbagai pilihan pendidikan yang ada. (*)