Petugas Damkar Kota Jambi bersama lima unit armada diterjunkan untuk menjinakkan api.
JAMBI – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah non permanen yang difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus lokasi penampungan barang bekas di Jalan Lingkar Timur II, RT 29, Kelurahan Payoselincah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Minggu (12/7/2026) siang. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 11.39 WIB. Satu regu dari Pos Pelayanan Kebakaran Jambi Timur langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi sekitar 10 menit kemudian.
BACA JUGA:Agustus-September Diprediksi Puncak Kemarau,BPBD Tanjabtim Perkuat Antisipasi Kebakaran Lahan
Sebanyak 25 personel bersama lima unit armada diterjunkan untuk menjinakkan api. Dalam operasi tersebut, petugas menghabiskan sekitar 25.000 liter air hingga kobaran api berhasil dipadamkan setelah proses pemadaman dan pendinginan yang berlangsung sekitar satu jam 40 menit.
"Objek yang terbakar merupakan satu unit rumah non permanen yang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat usaha pengumpulan barang bekas," ujar Mustari.
Sebelum melakukan pemadaman, petugas berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik guna mencegah risiko yang lebih besar. Pengamanan lokasi juga melibatkan personel TNI dan Polri agar proses pemadaman berjalan lancar serta tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Selain memadamkan api, tim juga melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab kebakaran serta mengantisipasi agar api tidak merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diduga bermula dari tumpukan barang bekas yang terbakar di dekat bangunan. Dugaan sementara mengarah pada seorang perempuan yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
"Terduga telah diamankan ke Polsek Jambi Timur untuk penanganan lebih lanjut," kata Mustari.
BACA JUGA:156 Titik Panas Kepung Sarolangun, Bupati Hurmin Minta Seluruh Wilayah Siaga Karhutla
Hingga kini, besaran kerugian materi akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Sementara itu, salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah kemacetan di jalur menuju lokasi kejadian yang sempat menghambat mobilisasi armada pemadam.
Meski demikian, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan lain, sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan. (*)